Seberapa Panas Komponen pada Motor Balap MotoGP Saat Dipakai?

Kompas.com - 30/05/2020, 16:41 WIB
Teknologi girboks seamless pada motor balap MotoGP MotoGPTeknologi girboks seamless pada motor balap MotoGP

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada dasarnya, mesin pada sepeda motor akan dapat bekerja dengan optimal setelah mencapai temperatur tertentu. Tapi, pada motor balap MotoGP yang bekerja secara ekstrem, banyak komponen lainnya yang temperaturnya bisa sangat tinggi.

Dikutip dari BoxRepsol.com, komponen pada motor balap dirancang untuk tahan terhadap suhu tinggi dan beroperasi dalam margin yang ideal. Meski demikian, komponen ini tetap dapat mengalami keausan.

Baca juga: Begini Ribetnya Urusan Logistik MotoGP, Salah Sedikit Bisa Kacau

Contohnya, ban yang digunakan. Agar cengkeramannya bisa optimal, temperatur pada ban harus mencapai 100 derajat Celcius. Ketika digunakan di atas aspal yang temperaturnya bisa melebihi 50 derajat Celcius, ban akan mulai terkikis.

Alex Rins saat berlaga di seri terakhir MotoGP 2019 di Valencia. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)PIERRE-PHILIPPE MARCOU Alex Rins saat berlaga di seri terakhir MotoGP 2019 di Valencia. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)

Temperatur pada ban memang tinggi, tapi belum seberapa jika dibandingkan dengan kampas rem karbon ketika bekerja dengan maksimal. Bagian kaliper dapat mencapai 200 derajat Celcius, dan temperatur pada kampas dan cakram dapat mencapai 200 derajat Celcius hingga 800 derajat Celcius.

Suspensi tidak begitu panas, khususnya suspensi depan. Tapi suspensi belakang bisa cukup panas, temperaturnya mampu mencapai 70 derajat Celcius saat sedang bekerja.

Sangat penting untuk melakukan pengukuran suhu sekitar ketika mengatur suspensi, karena viskositas minyak di dalam bervariasi sesuai dengan panas hari itu.

Baca juga: Hitung Seberapa Boros Konsumsi Bahan Bakar Motor Balap MotoGP?

Sedangkan suhu tubuh pebalap, harus diusahakan tidak lebih dari 36,5 derajat Celcius. Saat kondisi cuaca sangat panas, sistem pendingin di dalam baju balap terkadang juga digunakan.

Namun, tak diragukan lagi, komponen yang terpanas ada di dalam mesin. Di ruang pembakaran, temperaturnya bisa mencapai 1.800 derajat Celcius hingga 2.500 derajat Celcius.

Rossi saat berlaga di MotoGP Malaysia 2019 (Photo by Mohd RASFAN / AFP)MOHD RASFAN Rossi saat berlaga di MotoGP Malaysia 2019 (Photo by Mohd RASFAN / AFP)

Temperatur ini hanya tercapai pada titik penyalaan, tetapi cukup untuk memanaskan kepala piston hingga lebih dari 250 derajat Celcius dan dinding silinder hingga lebih dari 200 derajat Celcius.

Katup intake mencapai 250 derajat Celcius, tetapi katup buang lebih dari 600 derajat Celcius, karena gas buangnya bisa melebihi 700 derajat Celcius.

Motor balap MotoGP memiliki banyak sensor untuk mengukur suhu di sekitar 10 titik. Berkat sistem pendingin dan pelumas yang digunakan, komponen dapat tetap berada di suhu ideal dan memungkinkan mesin untuk melakukan yang terbaik.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Box Repsol
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X