Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/05/2020, 14:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Agar bisa melakukan aksi akrobatik di atas sepeda motor, atau yang biasa disebut stunt ride alias freestyle, butuh beberapa ubahan pada motor.

Ubahan atau modifikasi ini selain untuk mendukung aksi, ada juga yang bertujuan agar motor tetap aman meski terjatuh.

Baca juga: Motor Standar Dipakai Wheelie, Ini Komponen yang Bakal Rusak

Reza Syahdri Sihombing, stunt rider profesional, mengatakan, motor standar sebenarnya bisa dipakai untuk stunt ride, tapi tidak disarankan. Sebab, dapat merusak beberapa komponen jika dilakukan terus menerus dan dalam jangka waktu yang panjang.

Motor yang digunakan untuk stunt ride atau freestyle@reza_ss Motor yang digunakan untuk stunt ride atau freestyle

"Perlu dilakukan beberapa modifikasi pada motor yang akan digunakan untuk stunt ride, mulai dari gir hingga sistem pengeremannya," ujar pria yang akrab disapa Reza SS tersebut, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Pelindung motor juga perlu atau istilahnya crash cage. Jadi, jika motornya terjatuh, masih bisa terlindungi.

Sedangkan untuk sektor mesin, menurut Reza SS, juga diperlukan, tapi tergantung dari karakter mesinnya. Setiap pabrikan atau merek pasti memiliki kelemahan masing-masing, seperti jalur olinya atau lainnya.

Baca juga: Cerita Stunt Rider Indonesia, Karena Wheelie Bisa Berprestasi ke Luar Negeri

Ghanni Grimaldi, stunt rider profesional asal Solo, menambahkan, ubahan pertama yang jadi andalan adalah gir. Rasio gir diubah, gir belakang pakai ukuran yang besar. Sehingga, tarikan bawah motor akan lebih bertenaga.

Stunt rider profesional Ghanni Grimaldi@gstunt_ Stunt rider profesional Ghanni Grimaldi

"Gir ukuran besar, untuk 65 ke atas, bisa pakai gir industri. Lalu, nanti dibubut sendiri. Kalau ukuran yang 50, 55, atau 58, bisa beli jadi, sudah banyak sekarang," kata Ghanni.

Lalu, paket pengereman, seperti rem belakang yang diletakkan juga di setang sebelah kiri, tepat di bawah tuas kopling. Jadi, seperti motor matik, ada dua rem di setang. Meskipun, pedal rem belakang yang ada di kaki tetap dipertahankan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.