Marak Penyelundupan Pemudik, Pemeriksaan Kendaraan Barang Diperketat

Kompas.com - 04/05/2020, 12:42 WIB
Petugas memerintahkan sebuah truk towing pengangkut sebuah mobil yang diduga mengangkut pemudik untuk putar balik di pos check Point sekitar Taman Unyil Semarang, Sabtu. (ANTARA/ HO-Dishub Kota Semarang) antaraPetugas memerintahkan sebuah truk towing pengangkut sebuah mobil yang diduga mengangkut pemudik untuk putar balik di pos check Point sekitar Taman Unyil Semarang, Sabtu. (ANTARA/ HO-Dishub Kota Semarang)
Penulis Ari Purnomo
|

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Jajaran kepolisian di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), semakin memperketat penyekatan kendaraan yang akan masuk ke wilayah DIY.

Tindakan ini dilakukan guna mencegah adanya pemudik yang nekat melakukan berbagai cara agar bisa sampai ke kampung halamannya.

Termasuk dengan memanfaatkan kendaraan untuk mendapatkan pengecualian, bisa leluasa keluar masuk wilayah selama penerapan larangan mudik ini.

Baca juga: Jelang Penerapan Sanksi Rp 100 Juta, Pemeriksaan Kendaraan Pemudik Diperketat

Dirlantas Polda DIY Kombes Pol I Made Agus Prasatya mengatakan, dengan maraknya angkutan yang membawa pemudik maka pihaknya sudah menginstruksikan kepada jajarannya agar lebih ketat dalam melakukan pemeriksaan kendaraan.

Anggota Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya memergoki sebuah truk menyelundupkan pemudik yang hendak keluar Jabodetabek di Pos Pengamanan Operasi Ketupat Jaya 2020 di GT Cikarang Barat, Jumat (1/5/2020).ANTARA/Polda Metro Jaya Anggota Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya memergoki sebuah truk menyelundupkan pemudik yang hendak keluar Jabodetabek di Pos Pengamanan Operasi Ketupat Jaya 2020 di GT Cikarang Barat, Jumat (1/5/2020).

“Saya sudah meminta kepada jajaran saya untuk lebih ketat dalam melakukan pemeriksaan kendaraan, seperti travel dan juga angkutan barang,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (3/5/2020).

Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan jajaran lain untuk penanganan para pelanggar larangan mudik.

“Kami juga berkoordinasi dengan Krimsus dan juga Subdit Cyber Crime Krimsus,” ujarnya.

Baca juga: Mulai 7 Mei 2020, Masyarakat yang Nekat Mudik Didenda Rp 100 Juta

Bagi para pelanggar larangan mudik, I Made mengatakan, tidak hanya akan diminta putar balik ke daerah asalnya tetapi juga akan diberikan bukti pelanggaran ( tilang).

“Yang melanggar akan kami minta untuk putar balik dan kita berikan tilang,” tuturnya.

Berdasarkan data yang ada hingga Minggu (3/5/2020) Polda DIY sudah mencegah 334 kendaraan pemudik yang hendak masuk ke wilayah DIY.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X