PSBB Jakarta Diperpanjang, Pengguna Kendaraan yang Melanggar Kena Denda Rp 100 Juta

Kompas.com - 23/04/2020, 11:12 WIB
Petugas memeriksa suhu tubuh warga yang melintas di posko chek point di Jalan Jendral Sudirman Kota Tegal, Rabu (22/4/2020) KOMPAS.com/Tresno SetiadiPetugas memeriksa suhu tubuh warga yang melintas di posko chek point di Jalan Jendral Sudirman Kota Tegal, Rabu (22/4/2020)
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta dipastikan diperpanjang hingga 28 hari atau hingga 22 Mei 2020.

Penerapan ini ditujukan untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19 yang semakin meluas.

Dengan adanya perpanjangan ini, masyarakat yang berada di wilayah PSBB diharapkan untuk mematuhi semua aturan yang berlaku.

Seperti pengendara kendaraan yang wajib mengenakan masker dan sarung tangan bagi kendaraan roda dua.

Baca juga: Ini Komentar Pengusaha Penyedia Transportasi soal Larangan MudiK

Sedangkan untuk pengemudi mobil wajib mengenakan masker dan mengatur jumlah dan posisi penumpang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, untuk perpanjangan atau tahap kedua pemberlakuan PSBB ini ada banyak evaluasi.

Petugas memeriksa suhu tubuh warga saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bandung Raya, Setiabudi, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4/2020). Pemprov Jawa Barat mulai memberlakukan (PSBB) Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 selama 14 hari dimulai pada 22 April hingga 5 Mei 2020.ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA Petugas memeriksa suhu tubuh warga saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bandung Raya, Setiabudi, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4/2020). Pemprov Jawa Barat mulai memberlakukan (PSBB) Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 selama 14 hari dimulai pada 22 April hingga 5 Mei 2020.

“Evaluasi yang sudah kami lakukan memang diketahui bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat memang masih sangat tinggi,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/4/2020).

Untuk itu, lanjut Yusri, pihaknya juga terus mengarahkan kepada masyarkat agar tetap mematuhi aturan yang sudah diterapkan oleh pemerintah.

“Kami akan mengarahkan kepada masyarakat secara masih dan cepat, bahwa physical distancing dan berada di rumah saja sesuai imbauan dari pemerintah,” ucapnya.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Minus, Ini Daftar Harga BBM Pertamina, Shell dan Total

Dalam pelaksanaan PSBB tahap kedua ini, Yusri juga akan menjatuhkan sanksi berupa penjara satu tahun dan atau denda sebesar Rp 100 juta kepada para pelanggar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X