Kompas.com - 20/04/2020, 09:12 WIB
Penulis Ari Purnomo
|

"Tidak sama, itu bagian yang berbeda. Secara teknologi immobilizer lebih dulu hadir, baru setelah itu teknologi kemudahan dikembangkan melalui sistem keyless,” ujarnya.

Tapi, lanjut Anjar, bukan berarti mobil yang sudah keyless atau pakai smart key itu ada immobilizernya.

Perangkat immobilizer sangatlah kompleks, karena terdiri dari rangkaian sistem yang rumit dan enkripsi kode-kode tertentu.

“Ada transponder chip pada kunci mobil, kemudian transponder pada lubang kunci, sampai yang terhubung ke electronic control unit atau ECU,” katanya.

Baca juga: Di Rumah Aja, Ini Ragam Kunci Tambahan untuk Motor Terhindar dari Maling

Meski anak kunci bisa diduplikat, Anjar menambahkan, dan bisa pas masuk ke lubang kunci, tapi bila tidak ada sinyal dari transponder ke ECU yang sesuai, maka mobil tetap tak akan mau distarter atau menyala.

Dengan sistem pengamanan ini, maka aksi pencurian bisa dicegah karena mobil tidak bisa dinyalakan meski kuncinya berhasil dibobol.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.