Kriteria Mobil Bekas yang Jarang Diminati Pembeli

Kompas.com - 11/04/2020, 08:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada keadaan tertentu, memasarkan kendaraan bermotor bekas tidak mudah. Sebab, ada beberapa model yang sulit untuk dijual kembali karena kurangnya peminat.

Menurut Herjanto Kosasih, Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, salah satu jenis mobil tersebut adalah produk-produk keluaran Eropa atau Amerika Serikat.

"Bila menyebut merek, seperti Ford, Chevrolet, Mercy, dan sebagainya. Kalau ingin laku, harganya harus jatuh. Terkhusus untuk merek yang sudah tidak lagi berjualan di sini," katanya kepada Kompas.com, Kamis (9/4/2020).

Baca juga: Pilihan Mobil Bekas Murah Hingga Rp 80 Jutaan

Suasana pusat penjualan mobil bekas di Jakarta PusatKompas.com/Setyo Adi Suasana pusat penjualan mobil bekas di Jakarta Pusat

"Tidak hanya itu, mobil seperti Mazda, Proton, hingga Kia juga punya nasib serupa," ucap Herjanto.

Adapun alasan mobil kurang diminati ialah adanya kekhawatiran pembeli terhadap masalah-masalah yang ada pada mobil serta harga dan ketersediaan komponen.

Kemudian arus keluar-masuk unit juga cenderung lamban, mengakibatkan harga psikologis mobil menjadi turun. Biasanya, penurunan harga jual mobil bekas keluaran Eropa antara 20-30 persen.

Baca juga: Tak Mati Gaya, Beli Mobil Bekas Bisa Dianter ke Rumah

Pasar mobil bekasStanly/Otomania Pasar mobil bekas

"Selain itu, biasanya yang sulit terjual adalah mobil bermesin besar, 2.500 cc ke atas. Hal ini karena pajak tahunannya besar, jadi malah memberatkan pembeli di kemudian hari," ujar Pepen, dari Bintang Cemerlang Motor (BCM) Bekasi, di kesempatan terpisah.

Bukan berarti mobil berjenis ini tidak bagus, namun peminatnya kecil. Sehingga kecenderungan para penjual menurunkan harga mobil supaya cepat laku.

"Orang ke pasar mobil bekas kan harapannya bisa membeli kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau, ramah di kantong. Jadi biasanya yang diincar harga-harga yang murah," kata Pepen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.