Pelayanan SIM di Jateng Tetap Buka Meski Sepi Pemohon

Kompas.com - 10/04/2020, 13:42 WIB
Aiptu Jailani (tengah) saat memberi pelatihan kepada pemohon SIM di halaman Satlantas Polres Gresik, Jumat (16/11/2018). KOMPAS.com/HAMZAH Aiptu Jailani (tengah) saat memberi pelatihan kepada pemohon SIM di halaman Satlantas Polres Gresik, Jumat (16/11/2018).
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com - Di tengah meluasnya penyebaran virus corona atau covid-19, kepolisian di wilayah Surakarta, Jawa Tengah ( Jateng), tetap melakukan pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi ( SIM).

Pelayanan diperuntukkan bagi semua pemohon, baik yang akan melakukan perpanjangan masa berlaku atau pun membuat SIM baru.

Hanya saja, di tengah pandemi corona jumlah pemohon SIM jauh menurun dibandingkan pada hari-hari sebelum covid-19 melanda.

Baca juga: Virus Corona Meluas, Jumlah Pemohon SIM di Solo Menurun

Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Dewi Endah Utama mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu instruksi dari Polda Jateng terkait pelayanan pembuatan SIM.

pemohon SIM di Solo mengikuti tes kesehatan rohani atau tes psikologi, Senin (9/3/2020).Ari Purnomo pemohon SIM di Solo mengikuti tes kesehatan rohani atau tes psikologi, Senin (9/3/2020).

Selama belum ada instruksi lanjutan, pembuatan SIM akan tetap berjalan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.

“Untuk wilayah Jateng, pelayanan pembuatan SIM masih tetap buka. Kami juga mengedepankan SOP kebersihan mulai dari menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker, physical distancing,” kata Kasatlantas kepada Kompas.com, Kamis (9/4/2020).

Hanya saja, Dewi menambahkan, selama dalam kondisi seperti sekarang ini jam pelayanan dikurangi.

Baca juga: Catat, Ini Biaya Resmi Tes Psikologi untuk Pemohon SIM

Penerapan sebelumnya, pelayanan sampai dengan pukul 14.00 WIB, sekarang hanya sampai pukul 12.00 WIB untuk hari Senin-Kamis.

“Kalau hari Jumat pelayanan mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB, sedangkan untuk hari Sabtu hanya sampai pukul 10.00 WIB saja,” ujarnya.

Untuk jumlah pemohon dalam sehari rata-rata, kata dia hanya 15-20 pemohon saja. Hal yang sama juga disampaikan Kasatlantas Polres Klaten, AKP Bobby Anugrah Rachman.

Antrean pemohon SIM yang akan mengikuti tes kesehatan rohani atau tes psikologi di Solo membludak, Senin (9/3/2020).Ari Purnomo Antrean pemohon SIM yang akan mengikuti tes kesehatan rohani atau tes psikologi di Solo membludak, Senin (9/3/2020).

Bobby menyampaikan, bahwa untuk penghentian pelayanan pembuatan SIM belum diterapkan di wilayah Jateng.

“Kalau seperti yang informasi yang beredar mengenai penghentian pelayanan SIM itu baru di Jakarta, di Jateng masih tetap melayani,” katanya.

Baca juga: Tes Psikologi Hanya untuk Pemohon SIM A dan C

Bobby juga mengatakan, sejak adanya virus corona jumlah pemohon SIM mengalami penurunan yang sangat besar.

“Biasanya dalam sehari ada 60 pemohon yang membuat SIM, sekarang palin hanya sekitar 10 orang saja,” ucapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X