Ternyata Setiap Bus Wajib Pasang GPS untuk Keamanan

Kompas.com - 08/04/2020, 10:42 WIB
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi melepas operasional perdana bus AKAP Tol Trans Jawa yang mengangkut pemudik ke Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Senin (27/5/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGAKementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi melepas operasional perdana bus AKAP Tol Trans Jawa yang mengangkut pemudik ke Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Senin (27/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Kendaraan komersial seperti bus saat ini diwajibkan untuk memakai Global Positioning System (GPS). GPS yang dipasang pada bus ini bukan sebagai alat navigasi, tetapi sebagai pemantau pergerakan.

Teknis mengenai kewajiban memasang GPS pada bus ini sudah diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor KP.2081/AJ.801/DRJD/2019.

Werry Yulianto, Export Manager dari Karoseri Laksana di Ungaran, mengatakan kalau sekarang permintaan pembuatan bus sudah termasuk dari pemasangan GPS, tetapi ada juga sasis yang sudah termasuk GPS nya.

Baca juga: Daftar Mobil Bekas Rp 150 Jutaan, dari Innova hingga Odyssey

Bus trayek Banda Aceh-Medan (Sumut) meninggalkan Terminal Batoh, di Banda Aceh, Aceh, Senin (30/3/2020). Menurut petugas di terminal tersebut, pemberangkatan bus umum terpaksa dikurangi masing masing perusahaan yang hanya memberangkatkan satu unit bus pada malam, sedangkan siang sebagian besar bus tidak beroperasi akibat penumpang sepi terkait larangan warga berpergian untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.ANTARA FOTO/AMPELSA Bus trayek Banda Aceh-Medan (Sumut) meninggalkan Terminal Batoh, di Banda Aceh, Aceh, Senin (30/3/2020). Menurut petugas di terminal tersebut, pemberangkatan bus umum terpaksa dikurangi masing masing perusahaan yang hanya memberangkatkan satu unit bus pada malam, sedangkan siang sebagian besar bus tidak beroperasi akibat penumpang sepi terkait larangan warga berpergian untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

“Karoseri bisa bantu memasangkan, tetapi ada juga sasis yang sudah termasuk dengan GPS. Untuk pemasangan yang belum termasuk GPS dari sasisnya juga simpel, seperti pada kendaraan biasanya,” kata Werry kepada Kompas.com, Senin (6/3/2020).

Salah satu produsen sasis yang sudah termasuk GPS yaitu Hino. Mulai Januari, Hino sudah memasangkan perangkat GPS pada kendaraannya. Seperti yang dikatakan Prasetyo Adi, Deputy GM Product Division PT Hino Motors Sales Indonesia.

“Bukan GPS, lebih tepatnya sistem telematika. Karena sistem ini lebih luas cakupannya dibanding GPS saja. Fungsi dari sistem telematika seperti tracking, driver habits, route management, mantenance dan masih banyak lagi,” ucap Prasetyo kepada Kompas.com.

Baca juga: Kawasaki Ninja SL Mono Jadi Lebih Murah, Diskon Jutaan Rupiah

Fungsi sistem telematika di kendaraan untuk mencatat operasional kendaraan. Pemilik kendaraan jadi bisa mengawasi apa yang dilakukan dari pengemudinya. Penempatan alat ini juga disembunyikan agar tidak hilang atau dirusak.

“Posisinya disembunyikan agar tidak diambil maling atau dicopot oleh pengemudi. Ada saja pengemudi yang tidak mau diawasi sehingga alatnya dirusak atau diputus koneksinya,” ujar Prasetyo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.