Ada Sertifikasi, Produk Aftermarket Bisa Suplai Komponen Pabrikan

Kompas.com - 16/03/2020, 07:22 WIB
Modifikasi Mobil Indonesia Modification Expo (IMX) 2020 KOMPAS.com/RulyModifikasi Mobil Indonesia Modification Expo (IMX) 2020

PEKANBARU, KOMPAS.com - Industri komponen kendaraan bermotor tengah mendapat perhatian tersendiri dari pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Mengapa demikian?

Kementerian terus berupaya meningkatkan nilai tambah di dalam negeri serta melepas ketergantungan komponen dari negara lain (pengimpor). Sehingga saat terjadi gejolak global seperti wabah virus corona, industri otomotif dalam negeri tetap bisa beroperasi maksimal.

"Industri komponen kita jika dibandingkan dengan Thailand dan China masih terbilang kecil, padahal pasarnya (otomotif) besar. Oleh sebab itu, kita sedang coba lihat komponen apa saja yang impornya besar dan paling berpotensi untuk dilakukan subsitusi," kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Putu Juli Ardika kepada Kompas.com di Pekanbaru, Sumatera Timur, Sabtu (14/3/2020).

Baca juga: Demi Daya Saing, Kemenperin Perdalam Struktur Manufaktur Otomotif

Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

Selain industri komponen yang sudah berjalan, Putu juga menyatakan bahwa pihak Kemenperin mulai melirik produk-produk aftermarket dan modifikasi untuk bisa naik kelas jadi penyuplai komponen.

"Produk aftermarket kita sangat besar dan sebenarnya bisa masuk ke sana juga (jadi penyuplai komponen pabrikan). Namun masih ada gap terkait standar karena bagaimanapun juga industri itu punya standarnya," kata Putu.

Guna menyelesaikan masalah tersebut, Kemenperin akan menyiapkan Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional (RSKKNI) untuk modifikasi.

Baca juga: Mobil dan Motor Modifikasi Bakal Punya Sertifikasi

Sejumlah pengunjung saat acara pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/4/2018). Pameran yang akan berlangsung hingga 29 April 2018 itu diikuti pelaku industri otomotif Tanah Air dengan menampilkan produk unggulan.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Sejumlah pengunjung saat acara pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/4/2018). Pameran yang akan berlangsung hingga 29 April 2018 itu diikuti pelaku industri otomotif Tanah Air dengan menampilkan produk unggulan.

"Kita akan coba bantu, kita kerja samakan supaya produk-produk tersebut bisa masuk industri. Melalui RSKKNI, jadi pengerjaan modifikasi (termasuk produk aftermarket) sudah standar nasional dan diakui," ujarnya.

"Industri itu juga akan diberikan berbagai subsidi seperti super deductive tax dan sebagainya. Sertifikasi itu nanti dilakukan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)," lanjut Putu.

Adapun perkembangan tentang RSKKNI modifikasi, Putu menyebut saat ini sedang disiapkan standar kompetensinya untuk kemudian dijadikan modul.

"Berbagai industri dan modifikator terkait akan kita ajak untuk berembuk, mungkin akan dilakukan pelatihan. Jadi, bagi yang ingin mengikutinya silahkan saja," ucap dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X