Mobil dan Motor Modifikasi Bakal Punya Sertifikasi

Kompas.com - 14/03/2020, 19:42 WIB
Sejumlah pengunjung saat acara pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/4/2018). Pameran yang akan berlangsung hingga 29 April 2018 itu diikuti pelaku industri otomotif Tanah Air dengan menampilkan produk unggulan. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSejumlah pengunjung saat acara pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/4/2018). Pameran yang akan berlangsung hingga 29 April 2018 itu diikuti pelaku industri otomotif Tanah Air dengan menampilkan produk unggulan.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) mendorong tumbuhnya industri modifikasi kendaraan bermotor yang sarat kreativitas dan produktif di dalam negeri.

Pada perhelatan Indonesia Modification Expo (IMX) 2020 yang digelar di Pekanbaru, Sumatra Timur, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Putu Juli Ardika menyatakan bahwa pihaknya bakal menyiapkan Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional (RSKKNI) untuk modifikasi.

Baca juga: Virus Corona Masuk Indonesia, Ini Kondisi Harga Mobil Murah Bekas Maret 2020

Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen ILMATE Kemenperin (kanan) bersama Agus Pambagio, pengamat kebijakan publik dalam diskusi di Jakarta, Rabu (18/7/2018).Cutenk Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen ILMATE Kemenperin (kanan) bersama Agus Pambagio, pengamat kebijakan publik dalam diskusi di Jakarta, Rabu (18/7/2018).

"Jadi, nanti pengerjaan modifikasi itu sudah berdasarkan standar nasional dan diakui. Sertifikasi akan dilakukan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)," katanya kepada Kompas.com, Sabtu (14/3/2020).

"Saat ini kita sedang siapkan standar kompetensi dan lainnya, beberapa industri dan modifikator terkait akan diajak untuk berembuk serta mungkin akan dilakukan pelatihan," ujar Putu.

Pelatihan yang dilaksanakan nanti, lanjutnya, guna menentukan standar untuk pengerjaan suatu bagian tertentu seperti power train, audio, kaki-kaki, dan sebagainya, kemudian dijadikan modul.

Baca juga: Pabrik Otomotif di China Dianggap Abai Ancaman Virus Corona

Tren modifikasi mobil di tahun 2019.Kompas.com/Donny Tren modifikasi mobil di tahun 2019.

"Pelatihan dulu, praktik dulu, kemudian kita bicangkan lebih lanjut untuk sertifikasi. Sehingga, seluruh pengerjaan modifikasi punya kualitas yang sama baiknya (tidak ada GAP)," ucap Putu.

Melalui RSKKNI atau sertifikasi modifikasi kendaraan, Putu berharap industri otomotif Indonesia semakin bertumbuh pesat.

Berbagai produk aftermarket baru pun diyakini bisa lahir untuk kemudian menumbuhkan performa ekspor.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X