Solusi Pasokan Bahan Baku Otomotif di Tengah Ancaman Virus Corona

Kompas.com - 05/03/2020, 17:05 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memimpin rapat koordinasi di Kemenperin, Jakarta, Senin (30/12/2019). (Foto: Humas Kemenperin) KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memimpin rapat koordinasi di Kemenperin, Jakarta, Senin (30/12/2019). (Foto: Humas Kemenperin)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Republik Indonesia memberikan perhatian serius terhadap industri dalam negeri khususnya sektor otomotif, di tengah ancaman wabah virus corona atau Covid-19. Pasalnya, masalah tersebut berdampak pada pasokan bahan baku.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan, ada beberapa langkah strategis yang bakal dijalankan agar industri tetap beroperasi optimal. Satu diantaranya, melalui penurunan bea masuk untuk bahan baku industri.

"Pada dasarnya, menurut laporan dari anggota industri kendaraan bermotor Indonesia, sejauh ini tidak ada masalah. Sebab, rata-rata mereka masih memiliki cadangan bahan baku hingga 3-4 bulan ke depan," kata Agus di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Baca juga: Menperin Singgung Soal Tuntutan Bisnis dan Risiko Corona di GIICOMVEC

Ilustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu.KOMPAS.com / FEBRI ARDANI Ilustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu.

"Meski demikian, guna memastikan industri (secara keseluruhan) mudah mendapatkan bahan baku bea masuk khusus untuk bahan baku industri akan diturunkan. Ini bersifat sementara," ujar Agus.

Melalui kebijakan itu pula, harga bahan baku bisa lebih terkontrol. Adapun langkah lain yang disiapkan adalah melakukan pengurangan biaya untuk perusahaan yang membuka Letter of Credit (LC) baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami sudah berkomunikasi dengan Kementerian BUMN dan BI. Mekanismenya nanti," kata dia.

Khusus untuk industri otomotif, lanjut Agus, seharusnya sudah bisa mulai pulih dalam waktu dekat karena industri komponen di China sudah mulai beroperasi walau belum optimal.

Baca juga: Memotong Lajur Rombongan Touring, Bagaimana Hukumnya?

Honda mulai produksi Mobilio di pabrik kedua, Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/1/2014).Aris FH Honda mulai produksi Mobilio di pabrik kedua, Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/1/2014).

"Mudah-mudahan dalam waktu 1-3 bulan sudah kembali normal dan virus corona tidak memburuk. Beberapa industri di China saat ini ada yang sudah berproduksi," katanya.

Pada kesempatan sama, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi menyebut industri otomotif nasional belum signifikan terdampak ancaman virus corona. Namun jika keadaan memburuk, pemerintah menjamin bakal turun tangan mengatasinya.

"Beberapa produk emang ada yang komponennya dari China, tak terkecuali (produk) dari Jepang. Komponen kita saat ini masih bisa tersedia hingga 4 bulan ke depan. Sementara China (industri otomotifnya) juga mulai recover. Jadi saya rasa ini tidak masalah," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.