Corona Mulai Menjangkit, Ojek Online Diminta Sediakan Masker Gratis

Kompas.com - 03/03/2020, 07:22 WIB
Ratusan driver yang tergabung dalam Komunitas Driver Ojol Aceh (DOA) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor DPRA dan Kantor Gubernur Aceh, Selasa (3/9/2019). Aksi tersebut digelar dalam rangka memprotes kebijakan pemotongan bonus driver ojek online 50 persen dari sebelumnya oleh PT Gojek Indonesia, serta meminta Pemerintah Aceh dan DPRA untuk ikut memperjuangkan bonus tetap Rp 80 ribu per hari seperti sebelumnya. KOMPAS.com/RAJA UMARRatusan driver yang tergabung dalam Komunitas Driver Ojol Aceh (DOA) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor DPRA dan Kantor Gubernur Aceh, Selasa (3/9/2019). Aksi tersebut digelar dalam rangka memprotes kebijakan pemotongan bonus driver ojek online 50 persen dari sebelumnya oleh PT Gojek Indonesia, serta meminta Pemerintah Aceh dan DPRA untuk ikut memperjuangkan bonus tetap Rp 80 ribu per hari seperti sebelumnya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi driver ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia meminta aplikator kembali menyediakan masker khusus kesehatan gratis untuk pengemudi dan penumpang.

Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia, Igun Wicaksono mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 atau corona. Terlebih, kini sudah ada dua orang warga Indonesia yang positif terkena virus.

" Virus corona dapat menyebar melalui interaksi melalui udara yang dapat saja terjadi di mana pun, hendaknya perlu diantisipasi sejak awal khususnya pada kota-kota besar seperti DKI Jakarta. Kemudian bagi seluruh rekan tetap waspada tetapi tenang dan jangan panik," katanya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Baca juga: Fortuner Bekas Lebih Dicari ketimbang Pajero Sport

Penduduk Jakarta memakai masker di Stasiun Tanah Abang pada Kamis (27/2/2020), menyusul maraknya penyebaran virus corona yang berasal dari China.Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS Penduduk Jakarta memakai masker di Stasiun Tanah Abang pada Kamis (27/2/2020), menyusul maraknya penyebaran virus corona yang berasal dari China.

"Ketersediaan masker khusus kesehatan juga merupakan bentuk tanggungjawab dari aplikator terhadap mitra pengemudi maupun pengguna aplikasi," ujar Igun.

Pada kesempatan sama, ia juga meminta aplikator ( Gojek dan Grab) memberikan informasi perkembangan dan antisipasi penyebaran virus corona melalui perangkat aplikasi ke akun pengemudi dan pelanggan.

"Adapun langkah antisipatif yang bisa dilakukan rekan-rekan saat ini adalah menjaga kebersihan diri selama aktivitas mulai dari kendaraan yang digunakan, atribut dan pakaian, sampai ponsel," kata Igun.

Baca juga: Antisipasi Virus Corona, MotoGP Thailand Juga Akan Ditunda

Kemudian, para pengemudi ojol juga diharapkan mengonsumsi vitamin tambahan dan rajin mencuci tangan dengan sabun anti kuman atau hand sanitizer sebelum bersentuhan dengan keluarga atau menyantap hidangan.

"Tindakan pencegahan itu lebih baik walau sedikit merepotkan. Ojol juga patut bertanggung jawab atas kesehatan diri sendiri, keluarga maupun masyarakat sekitar, khususnya pelanggan maupun penumpang. Kita juga mengharapkan pemerintah memperhatikan nasib ojol karena aktivitas pekerjaannya di ruang terbuka," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X