Alasan Setir Mobil Harus Lurus Saat Parkir

Kompas.com - 12/11/2019, 12:02 WIB
Belasan mobil diparkir berjejer di area parkir kluster A Blok Bawal, Rusun Marunda, Jakarta Utara, Kamis (12/9/2013). KOMPAS.com/DIAN FATH RISALAH EL ANSHARIBelasan mobil diparkir berjejer di area parkir kluster A Blok Bawal, Rusun Marunda, Jakarta Utara, Kamis (12/9/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com – Banyak yang mengira parkir mobil dengan posisi setir yang lurus hanya untuk alasan estetika. Padahal meluruskan setir saat parkir sesuai garis merupakan salah satu cara agar komponen power steering menjadi lebih awet.

Terutama bagi mobil yang menggunakan power steering model hidraulis, pemilik mobil jenis ini wajib hukumnya meluruskan setir saat hendak parkir.

Menurut Service Head Auto2000 Krida Jakarta Selatan Rudi Ganefia, power steering hidraulis bekerja menggunakan cairan minyak atau oli yang menghasilkan tekanan pada rack steer. Tekanan inilah yang meringankan beban kerja tangan saat memutar setir untuk membelokkan ban.

Baca juga: Ubah Setir Mobil, Tidak Bisa Sembarangan

Power steering hidraulik.toyotazone.co.za Power steering hidraulik.

Ketika ban sedang dibelokkan pada satu sisi, maka tumpuan beban tekanan oli power steering akan berada di salah satu bagian. Saat kondisi mesin mati, oli akan terus tertekan dan tidak bersirkulasi.

“Efek jangka panjang parkir tidak meluruskan setir, seal dan jalur oli tidak mampu menahan beban, sewaktu-waktu bisa jebol. Oli power steering bocor, setir jadi terasa lebih berat saat belok” ucapnya kepada Kompas.com belum lama ini.

Sementara itu gejala berbeda justru tak ditemukan pada mobil yang telah menganut electric power steering (EPS). Hal ini bisa terjadi lantaran EPS mengandalkan motor elektrik untuk memberi tekanan pada rack steer.

Baca juga: Pilihan Setir Mobil “Steering Switch” Copotan OEM

Posisi pompa power steering yang tersembunyi. Saat mengalami kerusakan, biaya penggantian cukup mahal.Otomania-Donny Apriliananda Posisi pompa power steering yang tersembunyi. Saat mengalami kerusakan, biaya penggantian cukup mahal.

Tak seperti power steering hidraulis yang mengandalkan oli, motor elektrik pada EPS mendapat tenaga listrik dari perintah ECU yang bekerja mengikuti putaran mesin.

“Parkir dengan posisi ban lurus atau miring tidak ada pengaruhnya pada mobil dengan EPS. Sebab saat mesin mati, tidak ada penyaluran tenaga ke ECU atau perangkat elektrikal lainnya,” ujar Rudi.

Artinya meskipun parkir dalam keadaan ban berbelok, motor elektrik pada sistem EPS tidak mendapat energi listrik. Hal inilah yang membuatnya tidak terbebani seperti halnya pada power steering hidraulis.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X