Alasan Tak Semua Orang Bisa Beli Mobil Seperti Kendaraan Dinas Presiden

Kompas.com - 18/10/2019, 07:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin selama masa periode 2019-2024, akan menggunakan Mercedes-Benz S600 Guard sebagai kendaraan dinas. Model itu menggantikan S600 Pullman Guard yang sudah digunakan sebelumnya.

Kedua model itu, sama-sama memiliki spesifikasi khusus seperti anti-peluru hingga ledakan bom. Oleh sebab itu, proses pemesanannya pun tidak bisa sembarang, begitu juga dengan orang yang ingin membeli.

Hari Arifianto, Deputy Director Marketing Communication Mercedes Benz Indonesia (MBI) pernah mengatakan, konsumen di kelas ini akan dicek latar belakang dan kepentingannya.

Baca juga: Berapa Harga Mercedes-Benz S600 Pullman Guard Bekas Presiden Jokowi?

Mercedes-Benz S600 GuardCarBuzz Mercedes-Benz S600 Guard

"Tidak bisa sebab model seperti ini spesifikasi khusus. Setiap konsumen yang ingin beli juga ada proses pengecekan, sehingga pelanggannya jadi terseleksi," kata Hari kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Jenis Pelanggaran Operasi Zebra 2019, Bisa Kena Denda Tilang Rp 1 Juta

Nuansa lampu kebiruan di interior.Mercedes-Benz Nuansa lampu kebiruan di interior.

Hari menjelaskan, proses pengecekan ini bertujuan untuk melihat latar belakang calon konsumen. Apakah konsumen tersebut terlibat kejahatan atau tidak, kemudian juga soal kesanggupan konsumen yang bersangkutan.

"Maaf, misalkan ada yang mau beli tapi masuk daftar daftar hitam seperti kegiatan terorisme dan sebagainya itu tidak bisa. Kemudian apakah mereka dapat dari pihak lain bisa saja. Tapi secara kebijakan dan sistem hal itu sudah dicegah," kata Hari.

Baca juga: Penggolongan SIM C Bisa Dimulai pada 2020

Rangka Mercedes-Benz S600 Guard dirancang untuk mengatasi ancaman dari segala sisi termasuk kolong mobil.Worldcarfans Rangka Mercedes-Benz S600 Guard dirancang untuk mengatasi ancaman dari segala sisi termasuk kolong mobil.

Sekadar informasi, Mercedes Benz S600 Guard merupakan mobil dengan tingkat perlindungan yang sangat tinggi. Mobil ini mendapat sertifikat VR10, yakni sertifikasi tingkat perlindungan tertinggi untuk kendaraan non militer.

VR sendiri merupakan standar perlindungan balistrik terbaru yang diterapkan oleh negara-negara Eropa. Menggantikan standar lama yang sebelumnya dipakai yaitu tingkat sertifikasi B1 sampai B7.

Baca juga: Warga DKI Jakarta Sudah Bisa Mendapatkan Smart SIM

Ban tipe run flat tyre.Mercedes-Benz Ban tipe run flat tyre.

Bahkan, VR10 sendiri sudah di atas tingkat B7. Perlindungannya mencakup daya tahan kaca dari senapan sebru.

Kacanya terbuat dari polikarbonat dengan ketebalan yang disesuaikan untuk meredam hantaman peluru kaliber 7,62 mm.

Baca juga: Sudah Waktunya Indonesia Terapkan Klasifikasi SIM C

Perkakas di bawah bagasi.Mercedes-Benz Perkakas di bawah bagasi.

Tidak hanya tahan serangan peluru, mobil ini juga mengusung sertifikasi ERV 2010 sebagai kendaraan yang tahan ledakan. Mobil dirancang dengan sasis dan pertahanan khusus yang memastikan kuat terhadap ledakan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.