Kompas.com - 24/10/2018, 07:23 WIB
Kendaraan bermotor melewati garis batas berhenti/marka lalu lintas di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (19/9/2018). Poldan Metro Jaya bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) yang akan diuji coba pada Oktober 2018 sepanjang jalur Thamrin hingga Sudirman. MAULANA MAHARDHIKAKendaraan bermotor melewati garis batas berhenti/marka lalu lintas di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (19/9/2018). Poldan Metro Jaya bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) yang akan diuji coba pada Oktober 2018 sepanjang jalur Thamrin hingga Sudirman.
Penulis Stanly Ravel
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang penerapan resmi pada 1 November 2018 mendatang, ternyata jumlah penggendara yang tertangkap kamera CCTV sistem tilang Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE), terus bertambah. Selama 22 hari uji coba, angka pelanggarnya sudah naik drastis dari delapan hari evaluasi.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, menjelaskan jumlah tersebut merupakan akumulasi dari semua kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil.

"Selama 22 hari uji coba, dari data CCTV yang ter-capture itu sudah lebih dari 1.000 kendaraan yang melakukan pelanggaran. Jadi memang ada penambahan," ucap Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (23/10/2018).

Baca juga: Siap-siap, Tilang E-TLE Dimulai 1 November 2018

Budiyanto menambahkan bila jumlah pelanggar tersebut didapat dari kendaraan yang melakukan pelanggaran pada kawasan CCTV Automatic Number Plate Recognition (ANPR) dipasang, yakni jalan MH Thamrin dan Sudirman. Meski demikian dia mengingatkan bila sampai saat ini pihaknya belum melakukan penindakan, karena masih tahap sosialisasi.

Kawasan tilang E-TLE di Sudriman-Thamrin- Kawasan tilang E-TLE di Sudriman-Thamrin

Saat ditanya jenis kendaraan mana yang paling banyak melakukan pelanggaran, Budiyanto mengatakan bahwa semua data akan direkap lebih dulu dan akan dilakukan evaluasi sebelum pemberlakuan resmi pada awal November mendatang.

"Kita akan lihat lagi dan evaluasi, jadi memang belum ada penindakan karena efektifnya baru 1 November nanti. Sekarang lebih kesosialisasi karena tinggal beberapa hari lagi," kata Budiyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.