Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/11/2023, 14:41 WIB
Gilang Satria,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

Sumber Crash


JAKARTA, KOMPAS.com - Francesco Bagnaia mengatakan, tekanan yang dia hadapi lebih berat tahun lalu ketimbang tahun ini. Beban tahun lalu lebih berat sebab seluruh harapan Ducati berada pada dirinya.

“Akan luar biasa bisa menang karena saya tidak ingat banyak nama yang berhasil meraih gelar dua tahun berturut-turut. Ini akan luar biasa bagi saya," kata Bagnaia dilansir dari Crash, Selasa (11/7/2023).

Baca juga: Kepatuhan Uji Emisi Kendaraan di DKI Jakarta Masih Rendah

“Dari segi tekanan, tahun lalu lebih tinggi setelah 15 tahun tanpa gelar untuk Ducati. Itu lebih intens dan saya merasakan beban di pundak saya," kata Bagnaia.

Aksi pebalap Ducati, Francesco Bagnaia, pada sesi free practice MotoGP Mandalika 2023, Oktober 2023. Terkini, Bagnaia menjadi pemenang balapan utama MotoGP Mandalika 2023 di Sirkuit Mandalika, Minggu (15/10/2023). Artikel ini berisi klasemen MotoGP 2023. (Photo by Sonny TUMBELAKA / AFP)AFP/SONNY TUMBELAKA Aksi pebalap Ducati, Francesco Bagnaia, pada sesi free practice MotoGP Mandalika 2023, Oktober 2023. Terkini, Bagnaia menjadi pemenang balapan utama MotoGP Mandalika 2023 di Sirkuit Mandalika, Minggu (15/10/2023). Artikel ini berisi klasemen MotoGP 2023. (Photo by Sonny TUMBELAKA / AFP)

Setelah dia menjadi juar dunia bebannya berubah untuk mempertahankan gelar. Bedanya ialah pada musim ini dia harus bertarung dengan para pebalap Ducati yang lain.

Tahun lalu, Bagnaia merebut gelar setelah mengejar pebalap Yamaha Fabio Quartararo dari ketertinggalan 92 poin, sebuah rekor.

“Tahun lalu hanya tampil menekan tanpa ada ruginya. Saya sangat tertinggal dan penting untuk menyelesaikan balapan di depan. Tahun ini berbeda karena kami bertarung melawan motor lain seperti motor saya!," katanya.

Musim ini Bagnaia juga sebetulnya sempat kesulitan di pertengahan musim.

Baca juga: Stoner Penasaran Lihat Marc Marquez Geber Ducati

Jorge MartinInstagram @89jorgemartin Jorge Martin

Masalah saya dimulai di Misano pada pengereman. Itu sulit. India, Jepang, saya berjuang keras untuk menemukan perasaan bertarung," ujarnya.

“Menang lagi di Mandalika, dengan penampilan seperti ini, membantu kami merasa menjadi yang terkuat,” kata Bagnaia.

Pebalap asal Italia tersebut kemudian menyebut nama Jorge Martin, pebalap Pramac Racing yang saat ini kompetitornya merebut gelar dengan hanya selisih 13 poin.

Baca juga: Update Daftar Harga City Car Baru per November 2023

Francesco Bagnaia saat menang pada MotoGP Mandalika 2023Dok. Ducati Francesco Bagnaia saat menang pada MotoGP Mandalika 2023

"Ini berbeda. Jorge melakukan pekerjaan luar biasa. Caranya membalap adalah dengan membatasi banyak hal. Ban belakang, banyak hal," kata Bagnaia.

“Anda bisa melihat dengan jelas, saat Jorge di Mandalika, dia terkendali. Dia benar-benar berusaha keras. Lebih banyak kesalahan membuatnya terjatuh," kata Bagnaia.

"Segalanya bisa berubah seperti ini, jadi Anda harus lebih teliti dan mempertimbangkan lebih dari sekadar performa,” kata Bagnaia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Crash
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com