Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 21/01/2023, 18:46 WIB

SEMARANG,KOMPAS.com - Mobil transmisi matik dan manual banyak dibandingkan untuk menilai siapakah yang terbaik. 

Tapi, bila berbicara masalah yang spesifik seperti pengereman, banyak yang langsung beranggapan mobil manual diatas kertas unggul. 

Paling besar pengaruhnya adalah pengendalian kendaraan yang dilakukan penuh oleh kontrol pengemudi.

Hal tersebut pun katanya berpengaruh pada usia pakai komponen. Seperti pengereman pada mobil manual, banyak yang mengklaim lebih awet. 

Seperti disampaikan Kepala Bengkel Honda Gajah Mada Semarang Nanang. Menurutnya, perawatan rutin komponen tetap yang menentukan usia pakai. 

"Kerusakan faktornya penggunaan atau perawatan. Kampas rem usianya 40.000 kilometer. Ada rematching disc brake, dan servis rem. Minyak rem kan juga ada usia pakainya, wajib diganti," tutur Nanang. 

Baca juga: Seperti Apa Karakter Kampas Rem Mobil yang Bagus?

Pada penggunaan harian di jalan perkotaan, kondisi jalan yang macet membuat penggunaan rem lebih sering. 

Kemacetan sempat terjadi di ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerah arah Tomang, Jakarta Barat imbas kecelakaan lalu lintas, Senin (16/1/2023). Twitter/@TMCPoldaMetro Kemacetan sempat terjadi di ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerah arah Tomang, Jakarta Barat imbas kecelakaan lalu lintas, Senin (16/1/2023).

Rute luar kota juga membutuhkan pengereman yang baik. Di jalan ekstrem, pengereman kebanyakan akan dibantu engine brake

Selain faktor keamanan, kata Nanang, sistem pengereman yang melebihi batas berpeluang mengalami malfungsi. 

"Engine brake itu sudah dijadikan faktor keamanan dan keselamatan. Di jalan ekstrem, rem dipaksa untuk bekerja terus menerus. Minyak rem overheat kerap terjadi. Piston rem lama-lama macet bila dipaksa," terangnya. 

Mobil manual dan matik pada dasarnya bisa dilakukan engine brake. Tapi, ada banyak anggapan menyebutkan pengereman mobil manual lebih baik. 

Namun demikian, menurut Kepala Bengkel Nasmoco Kaligawe Semarang Mohammad Syafruddin hal itu tidak sepenuhnya benar. 

Pengecekan mobil di bengkel resmi ToyotaAuto2000 Pengecekan mobil di bengkel resmi Toyota

Syafruddin mengatakan, teknis kendaraan menjadi nomor sekian setelah kemampuan berkendara. 

"Bukan untuk dibandingkan. Tapi, sesuai kebutuhan. Rem mobil manual dianggap baik karena pengemudi sendiri yang tau celah untuk deselerasi," kata dia. 

Masalah kerusakan komponen, Syafruddin juga menyebut, rem atau komponen apapun tetap awet bila perawatan rutin dilakukan terjadwal. 

Baca juga: Kenapa Saat Hujan Rem Kendaraan Terasa Lebih Pakem?

"Kampas rem bisa cepat habis bila berkendara tidak pakai aturan. Tapi, perawatan yang rutin membuat komponen lebih awet. Pada komponen yang saling berhubungan, rusak satu bisa menjalar di sektor lainnya," kata dia. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke