Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/01/2023, 17:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sopir bus memiliki peran penting dalam setiap layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Jika diperhatikan, dalam setiap bus AKAP biasanya memiliki awak sopir dua orang atau tiga.

Nantinya kedua sopir tersebut mengemudikan bus secara bergantian di tengah perjalanan atau dalam kurun waktu tersebut.

Kendati perannya yang sama, ternyata antara sopir bus pertama dan sopir kedua punya perbedaan satu sama lain.

Baca juga: Cara Bayar Pajak Kendaraan Lewat Aplikasi Samsat Digital Nasional

IlustrasiKOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Ilustrasi

Salah satu sopir bus AKAP dari PO Raya yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan jika mayoritas sopir bus pertama merupakan sopir tetap dari armada tersebut.

"Kalau sopir bus pertama itu biasanya sopir batangan. Sopir batangan itu yang bertanggung jawab penuh pada armada karena sopir tetap di PO tersebut. Biasanya plotnya itu terus," kata sopir bus AKAP PO Raya tersebut kepada Kompas.com, Selasa (10/1/2022).

Sopir bus AKAP yang telah bergabung dengan PO Raya selama sepuluh tahun itu mengatakan jika sopir kedua umumnya merupakan sopir cadangan yang armada atau plotnya tidak tetap.

Baca juga: Vietnam Perpanjang Pembebasan Tarif Bea Masuk Mobil Asal Indonesia

Semua sopir bus di Sumbar dites swab guna mendukung program New Normal. Terlihat bus NPM yang beroperasi di Sumbar- Semua sopir bus di Sumbar dites swab guna mendukung program New Normal. Terlihat bus NPM yang beroperasi di Sumbar

"Sopir cadangan itu mutar-mutar armadanya beda-beda, tapi perannya penting karena jika tidak ada sopir kedua itu rawan ngantuk karena lelah bahaya," kata sopir PO Raya tersebut.

Dia juga menjelaskan, bila sopir kedua dan sopir pertama sama-sama sopir batangan, nanti peran sopir tersebut akan jadi sopir cadangan ketiga.

Untuk pembagian kerja, setiap PO dan juga awak bus AKAP punya cara masing-masing. Maka dari itu, penggantian sopir pertama dan kedua akan berbeda satu sama lain.

"Ada yang nanti di jalan daerah mana baru diganti oleh sopir kedua, atau di jarak mana baru gantian. Misalnya di Tegal baru ganti. Yang jelas cara kerjanya sama yaitu mengendarai bus dengan selamat sampai tujuan," kata sopir bus tersebut.

Baca juga: Wajib Tahu Cara Menghitung Pajak Progresif Kendaraan

Sementara itu, untuk gaji atau pembayaran bagi sopir kedua biasa kurang lebih sama seperti sopir bus pertama. Namun hal tersebut tergantung dari kebijakan PO tersebut.

"Ada yang gajinya sama seperti sopir bus pertama, ada juga yang beda. Yang jelas gaji sopir pertama dan gaji sopir bus kedua ada jatahnya sendiri-sendiri tidak dibagi dua dari bus pertama," kata sopir bus AKAP rute Solo- Jakarta tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.