Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/12/2022, 14:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan bus zaman sekarang semakin memanjakan penumpang. Bukan cuma tampilannya yang lebih segar, kualitas perjalanan yang dialami penumpang juga semakin meningkat.

Salah satu komponen yang berpengaruh pada kenyamanan adalah suspensi. Seiring waktu, suspensi yang ada di bus mulai berganti dari per daun ke suspensi udara atau air suspension.

Heri Komala, Technical Service Division PT Hino Motors Sales Indonesia mengatakan, air suspension memang punya kelebihan daripada per daun dalam hal kenyamanan.

Baca juga: Model Bangku Bus yang Bisa Cegah Aksi Maling

Bus AKAP baru PO MPM yang memakai bodi Legacy SR3 Panorama dari Karoseri Laksana dan sasis Hino R20 Air SuspensionDOK. PT HMSI Bus AKAP baru PO MPM yang memakai bodi Legacy SR3 Panorama dari Karoseri Laksana dan sasis Hino R20 Air Suspension

"Sistem suspensi udara mempunyai tingkat kenyamanan yang lebih tinggi dibandingkan per daun. Penyebabnya, gerakan air suspension sangat lembut dan bahkan tidak berisik," ucap Heri kepada Kompas.com, Senin (12/12/2022).

Tapi di balik hal tersebut, kekurangan dari suspensi udara adalah harganya yang lumayan mahal. Bisa dibandingkan, harga sasis bus dengan air suspension dan per daun cukup tinggi, bisa sampai ratusan juta Rupiah.

"Minusnya, harganya lumayan mahal dan per perawatan yang lumayan," ucap Heri.

Baca juga: Bahaya Asal Posisikan Tuas Transmisi Saat Parkir Mobil Manual

Namun pada akhirnya, penumpang yang diuntungkan karena bisa menaiki bus yang nyaman untuk perjalanan jauh. Tapi, suspensi udara juga ada yang nyaman dan kurang, seperti yang dikatakan Yulius Jatmiko, Sekjen BusMania Community.

"Boleh dibilang lebih nyaman, kalau pakai air suspension. Terutama air suspension yang built in, asli bawaan sasis bukan made in karoseri," ucap Yulius.

Memang beberapa karoseri masih ada yang menambahkan air suspension pada sasis yang semula menggunakan per daun. Jadi ubahan tersebut dilakukan di karoseri, bukan dari pabrikan sasis.

"Belum tentu yang made in karoseri itu nyaman, kadang malah limbung. Tapi kalau bawaan sasis, bisa dibilang lebih nyaman," ucap Yulius.

Menurut Yulius, kalau bus dengan suspensi udara membuat bantingannya lebih halus. Tapi kalau racikan karoseri ada saja yang bagus hasilnya, namun ada juga kemungkinan tetap terasa limbung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.