Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Model Bangku Bus yang Bisa Cegah Aksi Maling

Kompas.com - 12/12/2022, 09:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini ramai aksi maling yang mengambil laptop penumpang lain saat naik bus malam. Bisa dibilang, kasus seperti ini memang sering terjadi, bahkan sejak lama.

Pelaku biasanya mengambil tas dari kolong bangku saat penumpang sedang tidur. Ketika tas diambil, maka laptop tadi ditukar dengan buku atau benda lain.

Oleh karena itu, berbagai Perusahaan Otobus (PO) terus berbenah untuk memberikan rasa aman kepada penumpang. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi aksi maling tersebut adalah dengan menggunakan bangku khusus.

Baca juga: Jelang Nataru, Dishub Kota Semarang Uji Kelayakan Bus Pariwisata, AKDP dan AKAP

Sandaran kaki pada bangku bus PO bus SulawesiDOK. RIMBA KENCANA Sandaran kaki pada bangku bus PO bus Sulawesi

Marketing Hai Rimba Kencana, produsen bangku bus Yohan Wahyudi mengatakan, ada satu PO yang meminta bangku yang dipasang penutup di bagian bawah, sehingga mengurangi gerak maling.

“Itu pernah kita bikin di unitnya OBL (Safari Dharma Raya). Yang pernah kita terapkan adalah bagian depan kakinya dikasih penutup, jadi dia enggak bisa ditarik (dari belakang),” ucap Yohan kepada Kompas.com, Sabtu (10/12/2022).

Tas atau barang penumpang memang kerap disimpan di bawah bangku depan. Tapi kalau dipasang pelat sebagai penutup, maka tidak bisa diambil dari bangku baris belakang.

Baca juga: Parkir Mobil Matik, Jangan Asal Langsung Pindah ke R


Bangku yang biasanya bagian kolongnya tembus adalah model reguler atau 2-2. Tapi kalau dipasang leg rest, biasanya bagian bawahnya terhalang.

“Kalau ada leg rest, hampir tidak mungkin mereka (bisa) ambil barang yang ada di depannya leg rest, karena hampir tertutup,” kata Yohan.

Langkah ini sebenarnya bisa dilakukan oleh PO lain, jadi memasang bangku dengan model yang aman. Dengan begitu, maling jadi lebih sulit untuk melancarkan aksinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.