Mencegah Kecelakaan, Perhatikan Ini Saat Sewa Bus Pariwisata

Kompas.com - 12/09/2022, 08:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bus pariwisata menjadi salah satu pilihan bagi sejumlah orang untuk bepergian dengan jumlah peserta yang relatif banyak. Dengan bus pariwisata, belasan hingga puluhan orang bisa diangkut dalam sekali perjalanan.

Akan tetapi, konsumen harus pintar-pintar dalam memilih bus pariwisata. Sebab, belakangan sering terjadi insiden yang melibatkan kendaraan tersebut.

Djoko Setijowarno, pengamat transportasi mengatakan, untuk penyewa bus pariwisata diimbau untuk dapat memastikan kendaraan yang disewa laik jalan secara administrasi.

Baca juga: Ganti Shockbreaker Belakang Motor, Jangan Asal Nungging

“Caranya dengan melakukan cek uji berkala (KIR), yaitu dengan scan barcode yang ditempel di kaca depan kendaraan. Hasil scan langsung masuk sistem E-Blue,” ucap Djoko, Minggu (11/9/2022).

Selanjutnya menurut Djoko, yang perlu diperhatikan adalah memperhatikan waktu istirahat pengemudi.

“Meskipun untuk program satu hari berwisata, sebaiknya dibekali dengan dua pengemudi. Total waktu berwisata dalam sehari bisa di atas 12 jam. Total waktu kerja pengemudi untuk wisata sehari rata-rata minimal sekitar 18 jam sejak pengemudi bangun tidur hingga kembali tiba di tempat tinggal untuk beristirahat,” kata dia.

Seorang sopir dan kondektur terlelap di bagasi bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang berada di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (6/5/2022). KOMPAS.com/ Tatang Guritno Seorang sopir dan kondektur terlelap di bagasi bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang berada di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (6/5/2022).

Sementara untuk pemilik kendaraan wajib melaksanakan rutin uji berkala (KIR) dan memberikan risk journey (risiko perjalanan) kepada pengemudi.

“Tentunya, perusahaan angkutan wisata harus memilih pengemudi yang telah atau pernah melalui rute tujuan wisata yang dipesan oleh penyewa,” ucap Djoko.

Baca juga: Cek Lokasi Uji Emisi Kendaraan di Jakarta Barat

Menurutnya, penyewa bus pariwisata seringnya menghendaki harga sewa yang murah terkait dengan ketersedian anggaran yang terkumpul.

“Namun masyarakat yang mau berwisata juga harus disadarkan jika keselamatan menjadi hal yang sangat penting dalam berperjalanan,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.