Banyak Kecelakaan akibat Rem Blong, Pengamat Minta PO Bus Tanggung Jawab

Kompas.com - 12/09/2022, 07:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada bus belakangan ini, terutama pariwisata cukup menyita perhatian publik. Pasalnya, tak jarang insiden terjadi sampai merenggut banyak nyawa.

Ada banyak faktor yang kerap menjadi penyebab kecelakaan bus, mulai dari human error, rem blong, hingga kendaraan yang tidak laik jalan.

Seperti contoh kecelakaan yang menimpa bus pariwisata belum lama ini terjadi di Wonosobo. Diketahui masa berlaku uji KIR sudah berakhir sejak Februari 2022. Artinya, bus tersebut tidak laik jalan.

Baca juga: Ganti Shockbreaker Belakang Motor, Jangan Asal Nungging

Djoko Setijowarno, pengamat transportasi mengatakan, perusahaan otobus (PO) harus ikut bertanggung jawab atas kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh awaknya. Jangan hanya menjadikan pengemudi sebagai tersangka.

“Hingga saat ini belum pernah ada pengusaha angkutan pariwisata yang ikut dipidana secara hukum. Walaupun sudah jelas kesalahan dokumen yang harus ditaati tidak dimiliki pihak pengusaha angkutan wisata, seperti uji berkala (KIR) sudah melewati batas waktu dan ijin penyelenggaraan sudah kedaluarsa,” ucap Djoko, Minggu (11/9/2022).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meluncurkan program Banyu Arum di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan, Senin (10/5/2021).Pemkab Banyuwangi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meluncurkan program Banyu Arum di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan, Senin (10/5/2021).

Menurut Djoko, banyak kasus kecelakaan serupa yang hingga saat ini tidak ada kejelasan tindak lanjutnya. Seperti contoh kecelakaan di Tol Mojokerto - Surabaya (16/5/2022), dan di Ciamis (21/5/2022).

Baca juga: Cek Lokasi Uji Emisi Kendaraan di Jakarta Barat

“Semuanya bukan kesalahan pengemudi semata, sudah terbukti ada kontribusi kesalahan dari pemilik kendaraan (pengusaha angkutan). Namun hingga sekarang, polisi belum menuntaskannya,” kata dia.

Memang sejatinya pihak perusahaan mempunyai tanggung jawab untuk memastikan kondisi bus sebelum digunakan. Sehingga, jika saat digunakan dan mengangkut penumpang bus mengalami kecelakaan, maka pihak perusahaan tidak bisa lepas tangan begitu saja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.