Indonesia Paling Tertinggal di ASEAN, Belum Adopsi BBM Euro 4

Kompas.com - 07/09/2022, 16:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) menyatakan Indonesia menjadi negara paling tertinggal di Asia Tenggara, dalam komitmen peralihan penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan data yang dihimpun KPBB, saat ini Indonesia menjadi negara terakhir di Asia Tenggara yang belum mengadopsi standar Euro 4.

"Negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, Malaysia sudah mengadopsinya. Bahkan Singapura sudah mengadopsi standar Euro 5," ujar Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin, disitat dari webinar Youtube Infokpbb (7/9/2022).

Baca juga: Mengenal Beda Bio Solar, Dexlite, dan Pertadex untuk Mesin Diesel

Pertamina mengatakan harga pertamax masih paling kompetitif dibandingkan produk BBM RON 92 lainnya.KOMPAS.com/Nur Jamal Sha'id Pertamina mengatakan harga pertamax masih paling kompetitif dibandingkan produk BBM RON 92 lainnya.

Puput sapaan akrabnya, mengatakan, aturan penggunaan BBM Euro 4 belum terlaksana dengan maksimal meski Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sudah mengeluarkan regulasi terkait standar minimum penggunaan BBM.

Seperti diketahui, Indonesia hingga saat ini masih menyediakan tiga jenis BBM kotor yang seharusnya sudah dihapuskan.

Ketiga BBM itu di antaranya adalah Pertalite (RON 90), Solar (CN 48), dan Dexlite (CN 51). Padahal di banyak negara dunia, jenis BBM kotor seperti itu sudah lama ditinggalkan.

Baca juga: Kesalahan Pengemudi Mobil Matik yang Bikin Transmisi Cepat Rusak

Berdasarkan data KPBB pada 2019, BBM jenis Solar menjadi yang paling banyak digunakan sepanjang tahun, lalu diikuti oleh Pertalite dan Pertamax.

Sebagai informasi, pada 2020 Indonesia bahkan masih melakukan impor diesel fuel mencapai lebih dari 5 juta kiloliter. Sementara untuk gasoline angka impornya mencapai lebih dari 17,6 juta kiloliter.

Puput menambahkan, sampai saat ini belum ada keinginan kuat dari pemerintah dalam mengupayakan penghapusan BBM kotor.

Baca juga: Daftar Mobil di Bawah 1.400 cc yang Boleh Pakai Pertalite, Ada Mobil Mewah

Harga Pertalite, Solar, dan Pertamax terbaru yang naik mulai 3 September 2022Freepik Harga Pertalite, Solar, dan Pertamax terbaru yang naik mulai 3 September 2022

Dan ironisnya, meski kualitas BBM yang ada di Indonesia rendah, namun harga BBM di Indonesia tidak serta-merta jadi lebih murah dibandingkan dengan negara lain.

"Karena kita tahu itu jadi salah satu sumber tempat yang bisa memberikan kompensasi atau pundi-pundi untuk kepentingan politik,” ucap Puput.

"Ada problem dengan harga pokok BBM dan kemampuannya dalam memenuhi standar Euro. Meskipun speknya lebih rendah, harga pokok penjualan (HPP) BBM di Indonesia lebih mahal jika dibandingkan dengan beberapa negara seperti Malaysia dan Australia," kata dia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.