Jangan Menyepelekan Ganti Minyak Rem secara Rutin, Fatal Akibatnya

Kompas.com - 29/06/2022, 10:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap cairan yang ada pada mobil memiliki fungsi yang penting. Cairan tersebut juga perlu diganti secara rutin, termasuk minyak rem.

Untuk diketahui, minyak rem pada mobil juga memiliki batas usia pemakaian. Pada batasan waktu tertentu, cairan ini perlu dikuras dan diganti dengan minyak rem yang baru.

Tujuannya adalah untuk menjaga komponen pengereman agar tetap bekerja secara optimal. Sayangnya, tidak sedikit pemilik kendaraan yang mengabaikan kondisi minyak rem dan hanya melihatnya dari volumenya saja.

Baca juga: Cara Tangani Rem Mobil Blong di Jalan Tol, Gesekan Bodi di Pembatas Jalan

Padahal, kondisi minyak rem yang sudah terlalu lama bisa menyebabkan terjadinya vapor lock atau masuknya uap air dalam saluran pengereman. Dalam kondisi tersebut, sistem pengereman bisa tiba-tiba tidak berfungsi atau blong tanpa disadari oleh pengemudi.

Ilustrasi reservoir minyak remGridOto.com/Ryan Ilustrasi reservoir minyak rem

Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, usia minyak rem memang tergolong panjang. Namun, untuk penggantiannya sebaiknya dilakukan secara rutin, yakni setiap tiga tahun atau 40.000 km.

“Meski usianya cukup panjang, minyak rem tetap perlu diganti dengan yang baru secara berkala. Penggantian minyak rem perlu dilakukan setiap 40.000 km atau tiga tahun,” ujar Didi, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jika dalam waktu 3 tahun belum mencapai 40.000 km, sebaiknya tetap diganti dengan yang baru. Hal ini untuk memastikan kondisi pengereman tetap prima dan mencegah adanya uap air yang masuk ke sistem pengereman.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Kampas Rem Mobil Matik Cepat Habis

“Jika minyak rem tidak diganti dengan yang baru, dikhawatirkan ada udara di dalam sistem pengereman. Sebab, minyak rem bisa mendidih dan menghasilkan uap air,” kata Didi.

minyak rem perlu dikuras dan diganti baruari purnomo minyak rem perlu dikuras dan diganti baru

Keberadaan uap air ini cukup berbahaya, karena uap air bisa menyebabkan sistem pengereman seakan blong atau harus dipompa dulu.

“Uap air tersebut yang bisa mengakibatkan rem terasa seperti blong. Peristiwa ini disebut juga dengan vapor lock," ujarnya.

Didi menambahkan, selain penggantian minyak rem secara rutin, pengecekan volume minyak rem juga perlu dilakukan. Jangan sampai volume minyak rem berkurang cukup banyak atau bahkan habis.

“Jika minyak rem berkurang, maka harus ditambahkan. Namun, jangan menambahkan minyak rem dengan spesifikasi DOT yang berbeda,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.