Bolehkah Kendaraan Punya Pelat Nomor Kembar?

Kompas.com - 20/06/2022, 16:12 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com – Fenomena pelat nomor kendaraan atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) kembar dengan kendaraan lain kerap marak terjadi.

Padahal, setiap kendaraan memiliki pelat nomor berbeda satu sama lain. Maka dari itu, setiap mobil atau motor yang berbeda namun memiliki pelat nomor sama tidak diperbolehkan.

Baca juga: Ini Jenis Pelanggaran dan Denda Tilang Elektronik

Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Yusri Yunus mengatakan jika pelat nomor kendaraan tidak boleh digandakan atau menjadi kembar.

Pelat nomor mobil terduga pelaku tabrak lari yang ditemukan di lokasi kejadian di persimpangan Jalan Raya Puputan - Jalan Letda Tantular, Renon, Denpasar, pada Senin (13/6/2022). /DOK. Humas Polresta DenpasarYohanes Valdi Seriang Ginta Pelat nomor mobil terduga pelaku tabrak lari yang ditemukan di lokasi kejadian di persimpangan Jalan Raya Puputan - Jalan Letda Tantular, Renon, Denpasar, pada Senin (13/6/2022). /DOK. Humas Polresta Denpasar

Pelat nomor atau TNKB adalah salah satu legitimasi pengoperasionalan kendaraan bermotor, tujuannya adalah untuk pengawasan atau memudahkan pengidentifikasiannya ketika di operasionalkan dijalan, oleh sebab itu setiap kendaraan bermotor tidak boleh ganda atau harus berbeda antara satu dengan yang lain, baik lain daerah apalagi satu daerah,” kata Yusri kepada Kompas.com, Senin (20/6/2022).

Yusri mengatakan jika kejadian TNKB ganda selama ini memang banyak terjadi lantaran sistem atau aplikasi layanan yang lemah.

“Semestinya TNKB salah satu yang diberikan primary key agar sistem menolak jika terjadi ganda,” kata Yusri.

Baca juga: Sering Dianggap Sepele, Talang Air Mobil Ternyata Punya Fungsi Penting

Jika menemukan kejadian seperti ini, Yusri menyarankan agar masyarakat segera melaporkan kepada Ditregident dimana kendaraan bermotor tersebut terdaftar.

“Selama ini kebijakan kita adalah mana pelat nomor yang lebih tua atau lama, itu yang dipertahankan. Kemudian, nomor satunya lagi akan diralat dan diberikan catatan pada BPKB dan STNK untuk wajib juga diganti,” kata Yusri.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.