Kemenhub Tegaskan Bus Pariwisata Dilarang Disewakan untuk Mudik

Kompas.com - 11/04/2022, 11:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan pengetatan atas regulasi dalam pelaksanaan mudik Lebaran 2022 guna menjaga aktivitas tersebut tetap aman dan nyaman.

Salah satu yang ditekankan ialah mengenai penggunaan bus pariwisata sebagai alat angkut mudik, sebagaimana dikatakan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi.

Pasalnya, menurut hasil temuan tim, saat ini mulai marak tawaran mudik dari para penyelenggara mudik dengan menggunakan bus pariwisata.

Baca juga: Aturan Perjalanan Naik Kendaraan Pribadi Saat Mudik Lebaran 2022

Bus Pariwisata PO RedWhite Star PrimajasaRully Novianto Bus Pariwisata PO RedWhite Star Primajasa

“Sekarang marak ajakan mudik dengan menggunakan panitia atau EO ini sudah saya cermati mudah-mudahan dari operator atau Organda akan ada komitmen untuk memberantasnya ya," kata dia dalam keterangannya, Minggu (10/4/2022).

"Sebab, ini merugikan bus-bus lainnya juga yang sudah legal. Kalau bus pariwisata untuk dipakai untuk disewa mudik juga tidak boleh, ini saya tegaskan," lanjut dia.

Hal tersebut, katanya lagi, semata-mata untuk melindungi para PO Bus sebagai penyelenggara utama mudik lebaran. Selain itu, menghindarkan masyarakat dari bus-bus pariwisata yang tak layak jalan.

Dirjen Budi menyampaikan bahwa Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga sebelumnya telah mengingatkan operator harus siap dan bersedia menginvestasikan untuk maintenance operasional.

Baca juga: Lalai Soal Kelaikan Bus Saat Musim Mudik, Operator Bakal Ditindak

bus pariwisataKompas.com/Fathan Radityasani bus pariwisata

“Bisa saja terjadi kalau tiba-tiba langsung digunakan (setelah lama vakum) nanti ada komponen yang tidak dapat bekerja dengan baik entah itu rem atau mesin," kata Budi.

"Pengemudi juga harus dipastikan yang terampil, perlu peran serta dari operator untuk memastikan hal ini. Kesiapan bisnis harus diiringi faktor keselamatan, aman, dan nyaman,” tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.