Mobil Daus Mini Pakai Rotator dan Pelat Palsu tapi Tak Ditilang, Ini Alasan Polisi

Kompas.com - 11/03/2022, 18:34 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Mobil Toyota Fortuner milik artis Daus Mini kedapatan melanggar peraturan lalu lintas oleh Tim Perintis Presisi Polrestro Depok.

Tercatat, pengemudi Fortuner berkelir hitam itu melakukan dua kesalahan. Pertama menggunakan lampu rotator sirene atau strobo, dan kedua memakai pelat nomor tidak sesuai STNK.

Akibatnya, Sport Utility Vehicle (SUV) ladder-frame tersebut langsung dibawa ke Polres Metro Depok.

Baca juga: 3 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengemudi Mobil Manual

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh MEMANTAU KOTA DEPOK 24 JAM (@depok24jam)

AKBP Jhoni Eka Putra, Kasat Lantas Polres Metro Depok, mengatakan, pengemudi mobil Daus Mini bisa ditindak karena melanggar aturan lalu lintas.

Salah satunya melanggar pasa 287 ayat 4, meski begitu pengemudi mobil Daus Mini tidak dikenakan sanksi pidana walaupun melakukan dua pelanggaran.

"Tidak ditahan karena STNK aslinya masih, ada hanya saja pelat nomor yang palsu," ujar Jhoni kepada Kompas.com (11/3/2022).

Baca juga: Jangan Didorong, Ini Cara Mengatasi Mobil Matik yang Mogok

Mobil Daus Mini terjaring Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok lantaran melanggar penggunaan lampu strobo, sirine hingga pelat palsu, Kamis (10/3/2022). (doc. Tim Perintis)M Chaerul Halim Mobil Daus Mini terjaring Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok lantaran melanggar penggunaan lampu strobo, sirine hingga pelat palsu, Kamis (10/3/2022). (doc. Tim Perintis)

“Kami tidak tilang karena saat ini masih ada Operasi Keselamatan Jaya 2022. Kami hanya berikan edukasi, mobil pun sudah kami kembalikan," kata dia.

Jhoni mengatakan, rotator dan sirene diperuntukkan bagi kendaraan yang mendapatkan prioritas di jalan. Sedangkan mobil pribadi bukan termasuk kategori kendaraan yang mendapatkan prioritas.

Sebagai informasi, pasal 287 ayat 4 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) berbunyi seperti berikut:

"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi kendaraan bermotor yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.