Hasil Evaluasi dan Rekomendasi KNKT Soal Kecelakaan Bus Transjakarta

Kompas.com - 23/12/2021, 08:22 WIB
Sebuah bus TransJakarta melintas saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Petugas akan memberikan akses untuk melintas di titik penyekatan PPKM Darurat di 63 titik di wilayah Jadetabek yang berlaku dari 3 - 20 Juli 2021 hanya yang masuk kategori sektor-sektor esensial. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATSebuah bus TransJakarta melintas saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Petugas akan memberikan akses untuk melintas di titik penyekatan PPKM Darurat di 63 titik di wilayah Jadetabek yang berlaku dari 3 - 20 Juli 2021 hanya yang masuk kategori sektor-sektor esensial. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah melakukan evaluasi, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya memberikan empat rekomendasi untuk PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terkait rentetan kecelakaan yang dialami armadanya sepanjang 2022.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, pihaknya sudah melakukan audit secara menyeluruh. Namun tujuannya bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan yang terpenting memberikan rekomendasi pasti.

Adapun tujuan dari audit yang dilakukan KNKT bukan untuk menihilkan jumlah kecelakaan, melainkan menekan atau mengurangi insiden yang melibatkan bus Transjakarta.

"Bulan depan kami harapkan kecelakaan Transjakarta bisa turun. Jadi sekali lagi bukan 0, realistis. Kami ingin ada target angka kecelakaan turun ke level yang kami harapkan," ucap Seorjanto dalam keterangan resminya, Rabu (22/12/22).

Baca juga: Kejadian Lagi, Ban Truk Pecah di Tol Membahayakan Pengemudi Lain

Bus Transjakarta kecelakaan hingga menabrak Pos Polisi di Jalan Meyjen Sutoyo,  Cililitan,  Jakarta Timur, Kamis (2/12/2021).INSTAGRAM/@TMCPoldaMetro Bus Transjakarta kecelakaan hingga menabrak Pos Polisi di Jalan Meyjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (2/12/2021).

Terkait hasil evaluasi yang telah dilakukan, Ahmad Wildan, Plt. Kepala Sub Komite Moda Investigasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) mengatakan, ada empat rekomendasi yang diberikan, yakni manajemen risiko, kelaikan awak, kelaikan armada, dan keselamatan rute.

Soal manajemen risiko Transjakarta, Wilda mengatkan diperlukan penambahan departemen khusus yang berguna mengelola manajemen risiko juga memberikan jaminan keselamatan. Unitnya sendiri sebenarnya sudah ada, tapi tetap perlu ditingkatkan.

"Unit pengelola manajemen risiko itu kedudukannya paling tidak sama dengan direktorat yang di bawah direktur utama dan dipimpin direktur," ucap Wildan.

Transjakarta juga dianggap perlu melakukan perbaikan soal standar operasional prosedur (SOP) soal kelaikan armada yang digunakan.

Dari evaluasi atas proses procurement terhadap SOP, ada dinamika perubahan yang perlu diperhatikan atau prosedur yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan dinamikan teknologi bus.

Baca juga: Tips Mudah Melihat Ciri-ciri Ban Mobil yang Sudah Kedaluwarsa

Bus Transjakarta menabrak separator jalur di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Senin (6/12/2021).Dokumentasi Pribadi Bus Transjakarta menabrak separator jalur di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Senin (6/12/2021).

"Bus Transjakarta itu sudah mulai bridging, mulai dari bus yang konvensional, ototronik, megatronik, hingga nantinya masuk ke electrical vehicle," kata Wildan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.