Dampak Mesin Diesel Tenggak Solar Nonstandar

Kompas.com - 22/12/2021, 09:12 WIB
Pengujian emisi dan performa Toyota Fortuner 2.4 VRZ Diesel Jakarta-Yogyakarta dalam acara Kompas Otomotif Challenge (KOC) 2021. KOMPAS.com/GilangPengujian emisi dan performa Toyota Fortuner 2.4 VRZ Diesel Jakarta-Yogyakarta dalam acara Kompas Otomotif Challenge (KOC) 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil dengan bahan bakar solar masih menjadi pilihan menarik bagi warga Indonesia karena dianggap lebih tangguh dengan tingkat konsumsi bahan bakar yang relatif ekonomis.

Sehingga dalam penggunaan sehari-hari di kawasan perkotaan, mobil bermesin diesel terkenal bandel. Hanya saja, pemilik atau pengguna harus memperhatikan pengisian solar-nya.

"Karena mesin diesel yang menggunakan bahan bakar kurang berkualitas, tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan, bisa berdampak mengerikan," kata Nur Imansyah Tara, Aftersales Division Head Auto2000, belum lama ini.

Baca juga: Ulik Kembali Fitur Toyota Fortuner 2.4 VRZ Diesel, Mampu Tekan Emisi?

Salah satu SPBU di ruas jalan trans Manado-Bitung. Antrean kendaraan yang mengisi BBM jenis solar di SPBU ini sekitar 100-200 meter, Selasa (16/11/2021). Sebagian badan jalan digunakan kendaraan yang mengantre solar.KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEY Salah satu SPBU di ruas jalan trans Manado-Bitung. Antrean kendaraan yang mengisi BBM jenis solar di SPBU ini sekitar 100-200 meter, Selasa (16/11/2021). Sebagian badan jalan digunakan kendaraan yang mengantre solar.

"Kerugian adalah kerusakan sistem suplai bahan bakar, filtrasi, dan lain-lain. Hal yang paling cepat kena dampak ialah penggantian filter solar," lanjut dia.

Bila mesin diesel menggunakan bahan bakar solar berkualitas jelek, filter solar akan lebih cepat kotor dan perlu lebih sering diganti. Tentu akan sangat tidak menyenangkan jika durasi pergantian filter solar jadi lebih cepat.

Selain itu, paling mengerikan dari penggunaan solar berkualitas buruk adalah kerusakan injektor. Lubang-lubang nozel mudah mampat karena kotoran yang terbawa oleh solar.

Masalah pada injektor tersebut bisa dikatakan sebagai kerusakan yang cukup serius. Perbaikannya cukup memakan waktu dan biaya yang cukup besar.

Baca juga: Sambil Menunggu Bantuan, Lakukan ini Jika Mobil Terendam Banjir

Tampilan Toyota Fortuner faceliftTAM Tampilan Toyota Fortuner facelift

"Tidak sampai di sana, kualitas solar yang rendah juga membuat dampak buruk pada lingkungan. Sebab, emisi yang terbuang cenderung lebih tinggi dibanding dengan solar yang berkualitas lebih baik," ujar Imansyah.

Sehingga, penting untuk melihat lagi rekomendasi bahan bakar yang turut disarankan pabrikan di buku manual. Pada mesin diesel Toyota, solar yang disarankan memiliki cetane number 53 dengan kandungan sulfur minimum 1.200 ppm.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.