Ini Alasan kenapa Dilarang Menyalip di Bahu Jalan Tol

Kompas.com - 19/12/2021, 15:21 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Di setiap jalan tol, biasanya terdiri dari dua sampai tiga lajur. Setiap lajur punya peruntukannya masing-masing, misalnya seperti lajur kanan yang digunakan hanya untuk mendahului.

Namun, pada saat kondisi lalu-lintas sedang ramai, masih banyak pengguna jalan tol yang memanfaatkan bahu jalan untuk menyalip.

Bahu jalan dianggap sepi sehingga bisa digunakan untuk menyalip kendaraan yang lambat. Padahal bahu jalan dibuat bukan sebagai tempat untuk mendahului.

Baca juga: Catat, Ini Aturan Terbaru Perjalanan Darat Selama Libur Nataru

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, ada beberapa hal yang membuat bahu jalan tidak aman dipakai untuk menyalip.

“Pertama, bahu jalan itu di luar marka dan terbuat dari alas kerikil. Tempat tersebut dipersiapkan untuk kendaraan rusak dan harus berhenti atau dalam kondisi darurat,” ucap Sony kepada Kompas.com belum lama ini.

Kondisi bahu jalan seusai lakalantas antara bus dengan tractor head di jalan tol Kebomas kilometer 13 akibat bus menyalip lewat bahu jalan.- Kondisi bahu jalan seusai lakalantas antara bus dengan tractor head di jalan tol Kebomas kilometer 13 akibat bus menyalip lewat bahu jalan.

Bahu jalan juga digunakan sebagai jalur alternatif untuk kendaraan prioritas pada saat terjadi kemacetan. Seain itu, bahu jalan juga digunakan sebagai tempat berhenti darurat bagi kendaraan yang mengalami masalah di tol.

Jika digunakan dalam kecepatan tinggi, untuk menyalip misalnya, ada risiko mobil tergelincir atau selip. Ada juga risiko menabrak kendaraan yang sedang berhenti dalam keadaan darurat.

Baca juga: Kabur Saat Terlibat Kecelakaan, Denda Rp 75 Juta atau Penjara 3 Tahun

“Bahu jalan itu licin karena alasnya kerikil dan banyak debu. Kecepatan 60 kpj saja mobil pasti goyang, tapi kadang pengemudi enggak sensitif jadi tetap digas. Selain itu elevasinya juga berbeda dengan jalan utama, lebih miring karena untuk pembuangan air,” kata Sony.

Bahu jalan juga memiliki lajur yang cukup sempit, jadi tidak aman kalau digunakan untuk mendahului. Terakhir, banyak pengemudi di lajur kiri yang kaget ketika disalip mobil dari bahu jalan, sehingga bisa membahayakan.

Hal yang sama juga dikatakan oleh pengamat transportasi Djoko Setijowarno. Menurutnya bahu jalan tol digunakan untuk kondisi darurat. Misalnya, ambulans dan pemadam kebarakan yang akan melintas ketika jalanan macet.

Ibu dan dua anak kecil saat terlihat berjalan di bahu jalan tol Lampung. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Ibu dan dua anak kecil saat terlihat berjalan di bahu jalan tol Lampung.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.