Kompas.com - 09/12/2021, 08:02 WIB
Ilustrasi perawatan aki pada mobil personal.neacelukens.comIlustrasi perawatan aki pada mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Transisi dari kendaraan bermotor dengan mesin bakar internal (ICE) menuju kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) akan mengeliminasi penggunaan beberapa komponen, seperti aki.

Memang, komponen tersebut tidak akan langsung hilang karena kendaraan terkait masih menggunakannya untuk beberapa kebutuhan. Namun, dalam jangka panjang, akan membinasakan industri aki nasional.

"Kelihatannya, mobil listrik (termasuk hybrid) akan memperpanjang usia aki karena beban kelistrikan atas aki hanya untuk starter. Penggeraknya akan dipindahkan ke sumber lain yakni baterai," kata Direktur PT Wacana Prima Sentosa, Hadi - produsen aki Massiv, Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Berkendara Motor Cuma Pakai Satu Tangan, Terlalu Percaya Diri

Aki Massiv ThunderKOMPAS.com/Ruly Aki Massiv Thunder

"Otomatis, dalam jangka panjang itu akan menjadi ancaman untuk industri aki karena permintaan jadi lebih turun, bahkan setengahnya dari keadaan saat ini. Sementara pemainnya tidak berubah banyak," lanjut dia.

Untuk diketahui, usia aki pada mobil berjenis maintenance free (MF) begitu bergantung pada cycle atau kuantitas pengisian aki-nya, yakni sebanyak 6.000 kali.

Bila mendekati atau melebihi, disarankan untuk diganti baru agar menekan potensi masalah lain di mobil seperti mogok. Adapun cycle terkait, dalam keadaan normal atau penggunaan harian bisa habis 1-1,5 tahun.

"Kalau kendaraan digunakannya jarang dan sering dirawat, bisa mencapai 2 tahun. Sebaliknya, apabila mobil digunakan dengan frekuensi perjalanan yang tinggi, frekuensi cycle itu pun akan tinggi pula sehingga usianya bisa habis dalam satu tahun saja," kata Hadi.

"Sehingga, usia aki sangat tergantung terhadap pemakaian. Pada kasus mobil hybrid, karena beban aki jadi lebih ringan cycle tersebut habisnya akan lebih lama, mungkin saja melebihi dua tahun," ujar dia.

Baca juga: Optimisme Dyandra Promosindo Jelang Gelaran IIMS 2022

Ilustrasi kendaraan listrik.(Dok. Shutterstock/Sopotnicki) Ilustrasi kendaraan listrik.

Melihat ancaman itu, maka pemerintah RI bersama industri terkait harus melakukan dialog mengenai keberlangsungan sektor otomotif baik pada bagian hulu maupun hilir saat proses transis menuju era mobil listriki.

Apalagi, pemain di industri aki cukup bersaing dengan sumbangan ekspor dan produksi yang cukup tinggi. Belum lagi bila berbicara jumlah angkatan kerjanya.

"Aki kita benar-benar dibuat oleh anak bangsa, TKDN-nya mencapai 70 persen untuk produk terbaru, Massiv Thunder. Tapi untuk rinciannya, bisa dielaborasi lagi ke tim produksi karena berkaitan dengan data," kata Hadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.