Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER OTOMOTIF] Honda Scoopy Punya Baju Baru | Jumlah Pemesanan Hyundai Creta

Kompas.com - 09/12/2021, 06:02 WIB
Dio Dananjaya,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Honda memberikan dua varian pada Scoopy tipe Smart Key, yakni varian Prestige hadir dengan penyegaran pada warna pelek dengan tampilan warna Burnt Titanium.

Sementara pada varian Stylish, mendapatkan sentuhan perubahan warna Cover Back Mirror senada dengan warna bodi motor.

Selain itu, Hyundai memasarkan Creta dengan empat varian yakni, Active, Tren, Style, dan Prime.

Sementara untuk banderol SUV compact yang digadang-gadang menjadi produk perdana Hyundai di pabrik Indonesia mulai dari Rp 279 juta sampai Rp 399 juta.

Penasaran seperti apa, berikut lima artikel terpopuler di kanal otomotif pada Rabu, 8 Desember 2021.

1. Skutik Honda Scoopy Punya Baju Baru, Harga Masih Sama

Jelang akhir tahun, PT Astra Honda Motor (AHM) akhirnya memberikan penyegaran pada skuter matik (skutik) Scoopy. Skutik entry level ini sekarang punya pilihan warna baru.

Penyegaran yang ditawarkan berupa perubahan warna dan striping yang disematkan. Penyegaran dilakukan untuk mempertahankan eksistensi Scoopy yang sudah dipasarkan sejak 2010.

Pada varian Fashion, hadir perpaduan pilihan warna baru yakni warna Fashion Black.

Baca juga: Skutik Honda Scoopy Punya Baju Baru, Harga Masih Sama

2. Dikirim Awal 2022, Berapa Pemesanan Hyundai Creta Saat Ini?

Meramaikan pasar SUV compact di Tanah Air, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) resmi merilis Creta di ajang GIIAS 2021. Sampai saat ini, produk tersebut diklaim mendapat animo yang tinggi.

Hal tersebut dibuktikan dari tingginya surat pemesanan kendaraan (SPK) yang berhasil dikantongi pabrikan asal Korea Selatan sejak pertama kali diluncurkan.

Menurut Erwin Djajadiputra, Sales Director PT HMID mengatakan, sampai saat ini pemesanan Creta sangat baik karena respon dari masyarakat juga bagus.

Baca juga: Dikirim Awal 2022, Berapa Pemesanan Hyundai Creta Saat Ini?

3. Tidur di Kabin Mobil Listrik Kondisi Menyala, Apakah Tetap Berbahaya?

Ketika mengemudi terlalu lama atau kurang istirahat, gejala kantuk sering kali menyerang. Tak sedikit pengemudi mobil yang kemudian memutuskan untuk tidur sejenak di kabin mobil.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau