Kebakaran Bus di Tol Semarang-Solo, Ini Kemungkinan Penyebabnya

Kompas.com - 04/12/2021, 16:02 WIB
Bus STJ terbakar di jalan tol Ungaran-Solo, sebanyak 30 penumpang selamat. KOMPAS.com/ISTBus STJ terbakar di jalan tol Ungaran-Solo, sebanyak 30 penumpang selamat.

SEMARANG, KOMPAS.com - Terjadi insiden kebakaran bus jurusan Tangerang-Yogyakarta di Jalan Tol Semarang-Solo Km 433, Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 04.30 WIB.

Beruntung, tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Pengemudi bus dengan sigap menyelamatkan seluruh penumpang yang berjumlah 30 orang. Kebakaran dapat dipadamkan usai ditangani dua unit mobil pemadam dari Trans Marga Jateng (TMJ).

Kebakaran pada kendaraan bermotor memang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Pada kendaraan niaga angkutan penumpang seperti bus, umumnya api dapat timbul akibat malfungsi pada sistem kelistrikan.

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan pun menjelaskan bahwa ada masalah krusial pada rangkaian sistem kelistrikan dalam angkutan penumpang seperti bus.

Baca juga: Tanggapan Adiputro Soal Selendang Dream Coach Buatan Body Repair

"Saya menemukan ada masalah krusial pada sistem interkoneksi kabel listrik (electrical wiring interconnection system/EWIS) yang merupakan sistem kabel dan komponen lainnya seperti klem bundel, sambungan kabel, dan sebagainya," kata Wildan dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com, Sabtu.

Petugas saat melakukan proses pemadaman api yang membakar bus AKDP Sinar Mandiri, Rabu (24/3/2021).DOK SATLANTAS POLRES LAMONGAN Petugas saat melakukan proses pemadaman api yang membakar bus AKDP Sinar Mandiri, Rabu (24/3/2021).

"Pada saat saya berkunjung ke beberapa pool bus ternama, termasuk juga ke bus bandara, saat saya tanya penggunaan kabel, konektor, dan sebagainya serta tata cara instalasinya, mereka terlihat gagap," ujarnya melanjutkan.

Wildan pun mengungkapkan, masih banyak teknisi yang asal dalam melakukan perawatan dan modifikasi sistem kelistrikan bus. Sebab, belum semua perusahaan otobus (PO) dan pengelola bus bandara memiliki wiring diagram tiap jenis armada yang mereka kelola.

Baca juga: Suzuki Jimny Long Punya Dimensi dan Mesin Beda

Tentu hal tersebut sangat berbahaya. Sebab jika salah melakukan instalasi sistem kelistrikan, kabel-kabel tersebut dapat mengalami overheat, melelehkan lapisan luarnya, dan berisiko menimbulkan korsleting hingga arcing atau lompatan arus listrik.

Wildan menegaskan penting bagi manajemen PO untuk memiliki buku manual kelistrikan tiap jenis bus yang dimiliki dan dipahami oleh setiap teknisi yang bertugas melakukan perawatan.

Ia turut merekomendasikan agar manajemen PO mengirim teknisi mereka ke karoseri atau agen pemegang merek (APM) sasis yang mereka beli. Sebab mengedukasi pembeli mengenai perawatan bus merupakan bagian dari kontrak pembelian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.