Tiap Bulan Baru Ada 10 Mobil Listrik yang Cas Baterai di SPKLU PLN

Kompas.com - 04/12/2021, 07:22 WIB
Hyundai Kona EV saat mengisi daya di SPKLU PLN KOMPAS.com/DIO DANANJAYAHyundai Kona EV saat mengisi daya di SPKLU PLN

JAKARTA, KOMPAS.com – Para pemilik mobil listrik rupanya masih enggan melakukan pengisian daya di Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPKLU). Mereka yang punya BEV (Battery Electric Vehicle) diklaim lebih suka mengisi listrik di rumah.

Bob Saril, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, mengatakan, dari 60 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) milik PLN, total transaksi yang tercatat sepanjang tahun ini hanya mencapai 5.000 transaksi dari total konsumsi sebesar 83.000 kWh.

“SPKLU kami sekitar 60, dan pemakaiannya hanya 83.000 kwh, transaksinya kurang lebih 5.000 dari Januari 2021,” ujar Bob, dalam webinar yang dilansir dari Youtube Harian Kompas (3/12/2021).

Baca juga: Belajar dari Kejadian Transjakarta Tabrak Pos Polisi, Jangan Simpan Barang di Ruang Kaki Sopir

Nissan resmikan SPKLU pertama dengan PLNKOMPAS.com/STANLY RAVEL Nissan resmikan SPKLU pertama dengan PLN

“Kalau kita bandingkan data dari Gaikindo, kendaraan listrik di Indonesia sebanyak 657 dibagi dengan 5.000, dalam satu bulan cuma sekitar 10 mobil,” kata dia.

Menurutnya, tren mobil listrik yang mengisi daya listrik di SPKLU memang akan lebih sedikit jika dibandingkan dengan di rumah.

Sementara itu, saat ini terdapat 114 pelanggan PLN yang telah memasang pengisian kendaraan listrik di rumah dan mencatatkan transaksi yang lebih besar jika dibandingkan dengan di SPKLU.

Baca juga: Sopir Mercy yang Lawan Awah di Tol Resmi Jadi Tersangka, Ingat Hukuman jika Abai Saat Berkendara

 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PT PLN (Persero) Dok. PLN Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PT PLN (Persero)

Bob juga mengatakan, tren tersebut tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan di Eropa dan Amerika Serikat, di mana 85 persen pengguna kendaraan listrik mengisi daya baterainya di rumah.

Ke depan, konsumsi listrik di rumah untuk pengisian kendaraan listrik akan menjadi pasar potensial bagi serapan listrik PLN.

Sebab, untuk mengisi daya baterai satu unit kendaraan listrik rata-rata membutuhkan waktu 4 jam dengan daya sebesar 10 kWh.

“40 kWh dikalikan dengan 1 juta [kendaraan listrik] itu 40 juta kWh kira-kira. Itu adalah berapa besar yang terserap,” ucap Bob.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.