Penjualan Mobil Indonesia Terbesar di ASEAN Jelang Akhir Tahun

Kompas.com - 03/12/2021, 07:02 WIB
Ilustrasi. Perusahaan otomotif merupakan pembeli lahan Kawasan Industri terbesar, sekitar 72 persen. KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi. Perusahaan otomotif merupakan pembeli lahan Kawasan Industri terbesar, sekitar 72 persen.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih di Indonesia berhasil menjadi yang tertinggi di wilayah ASEAN sepanjang Januari-Oktober 2021, mengalahkan pesaing terkuatnya, Thailand.

Dilansir dari ASEAN Automotive Federation pada periode tersebut, total penjualan mencapai 703.089 unit, naik 67 persen dibandingkan tahun lalu (year-to-date). Sementara di Thailand, hanya mencetak 596.393 unit saja.

Adapun capaian tertinggi, terjadi pada Maret, Agustus, dan Oktober yang mampu menorehkan rata-rata 80.000 unit per-bulan. Sedangkan Thailand, jumlah penjualan terbesarnya berada di level 64.000 unit per-bulan.

Baca juga: Ekspor Mobil Buatan Indonesia Kembali Bangkit Jelang Akhir Tahun

Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Melengkapi posisi tiga besar penjualan mobil tertinggi di ASEAN ditempati oleh Malaysia dengan angka 382.379 unit secara tahunan. Angka itu turun 4,8 persen dari tahun lalu saat pandemi Covid-19 kali pertama melanda.

Lalu secara berurutan, diisi oleh Vietnam (218.734 unit), Filipina (214.186 unit), Singapura (51.069 unit), dan Myanmar (7.874 unit).

Maka, jumlah untuk penjualan mobil di ASEAN Januari-Oktober 2021 ialah 2.173.724 unit, naik 15,7 persen atau dari 1.878.042 unit.

Meski demikian, di sisi produksi kendaraan Indonesia masih kalah jauh dari Thailand, selisih 473.632 unit. Lebih jauh, produksi Thailand pada periode terkait ialah 1.365.984 unit sedangkan Indonesia 892.352 unit.

Baca juga: Motor Listrik Bike Smart Electric Diklaim Bakal Ekspor

Chief Officer MV Prometheus Leader M Edwin Kabalican mengawasi proses muat mobil Yaris Sedan produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Chief Officer MV Prometheus Leader M Edwin Kabalican mengawasi proses muat mobil Yaris Sedan produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Hanya saja dari pertumbuhannya, Tanah Air masih unggul dengan 62,4 persen dibandingkan tahun lalu sementara Thailand 22,9 persen.

Tepat berada di bawahnya, secara berurutan ada Malaysia (369.406 unit), Vietnam (126.962 unit), Filipina (71.758 unit), dan Myanmar (1.201 unit).

Berikut total penjualan mobil di ASEAN selama Januari-Oktober 2021;

1. Indonesia: 703.089 unit
2. Thailand: 596.393 unit
3. Malaysia: 382.379 unit
4. Vietnam: 218.734 unit
5. Filipina: 214.186 unit
6. Singapura: 51.069 unit
7. Myanmar: 7.874 unit

Berikut total produksi mobil di ASEAN selama Januari-Oktober 2021;

1. Thailand: 1.365.984 unit
2. Indonesia: 892.352 unit
3. Malaysia: 369.406 unit
4. Vietnam: 126.962 unit
5. Filipina: 71.758 unit
6. Myanmar: 1.201 unit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.