Komentar Aptrindo Soal Maraknya Kecelakaan Truk

Kompas.com - 29/10/2021, 16:12 WIB
Kecelakaan antartruk terjadi di Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Rorotan arah Cakung, tepat kilometer 56, Kamis (28/10/2021) dini hari. Dok. TMC Polda Metro JayaKecelakaan antartruk terjadi di Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Rorotan arah Cakung, tepat kilometer 56, Kamis (28/10/2021) dini hari.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkat percepatan vaksinasi, kasus Covid-19 perlahan menurun dengan berkurangnya angka penularan di Indonesia. Berbagai sektor ekonomi, termasuk distribusi logistik pun mulai bangkit kembali.

Sayangnya, sektor ini kembali terpukul dengan permasalahan baru, yakni banyaknya kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan armada angkutan barang hingga menimbulkan korban jiwa.

Agus Pratiknyo, Wakil Ketua Bidang Angkutan Distribusi & Logistik Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jateng & DIY menilai, banyaknya kecelakaan armada truk belakangan ini tidak lepas dari efek pandemi yang berlangsung sejak 2020.

Baca juga: Belajar dari Kasus Truk Tabrak Anggota Patwal di Tol Cikampek

"Saat ekonomi mulai bergerak akibat menurunnya penularan virus Covid-19, ternyata banyak menciptakan kegagapan di segala lini. Antara lain kelangkaan Biosolar yang sedang melanda seluruh pulau Sumatera, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, juga terjadinya banyak kecelakaan lalu lintas" kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/10/2021).

Truk tabrak anggota patwal di jalan tol Cikampekinstagram.com/peristiwa_sekitar_kita Truk tabrak anggota patwal di jalan tol Cikampek

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, salah satu faktor penyebab banyaknya kecelakaan truk akhir-akhir ini adalah minimnya perawatan armada angkutan barang tersebut. Sebab, muncul perang harga karena adanya tekanan ongkos muat dari pihak industri sebagai pengguna utama jasa angkutan barang.

"Selama pandemi banyak kendaraan angkutan barang yang tidak bekerja, jadi tidak ada pemasukan. Akibatnya mereka banyak yang tidak bisa melakukan perawatan kendaraan dengan baik, beli spareparts dan ban secara asal-asalan, tidak peduli kualitasnya, pokoknya yang murah asal bisa buat jalan saja" ujarnya lebih lanjut.

Baca juga: Honda City Sedan Resmi Mengaspal di Indonesia, Rp 300 Jutaan

Hal lain yang cukup krusial adalah faktor manusia sebagai sopir kendaraan angkutan barang. Agus menjelaskan bahwa mayoritas sopir truk banyak yang tengah membiasakan diri lagi untuk menyetir jarak jauh.

Sebab sebelumnya ketika pandemi Covid-19 tengah parah-parahnya, banyak dari mereka yang berhenti bekerja untuk sementara. Selain itu, para sopir juga dinilai belum memiliki konsentrasi penuh dalam mengemudi.

Truk muatan tepung yang terlibat kecelakaan saat dievakuasi petugas.istimewa Truk muatan tepung yang terlibat kecelakaan saat dievakuasi petugas.

Faktor-faktor tersebut perlu untuk jadi sorotan. Dengan menekan, bahkan menghilangkan faktor penyebab kecelakaan tersebut, risiko munculnya kecelakaan baru yang melibatkan angkutan barang dapat lebih diminimalisasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.