Belajar dari Kasus Truk Tabrak Anggota Patwal di Tol Cikampek

Kompas.com - 29/10/2021, 07:22 WIB
Truk tabrak anggota patwal di jalan tol Cikampek instagram.com/peristiwa_sekitar_kitaTruk tabrak anggota patwal di jalan tol Cikampek

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu faktor utama terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah hilangnya konsentrasi pengendara di jalan.

Kehilangan konsentrasi ini, salah satu penyebab utamanya adalah aktif menggunakan telepon genggam saat mengemudi.

Paling baru melibatkan anggota Satuan Patroli dan Pengawalan (Satpatwal) Polda Metro Jaya, yang harus kehilangan nyawanya akibat ditabrak oleh sopir truk yang kurang konsentrasi saat berkendara.

Kejadian bermula saat anggota patwal menggunakan sepeda motor sedang bertugas mengawal tim supervisi Polda Metro Jaya dari arah Jakarta menuju ke Bekasi, Jawa Barat.

Baca juga: Yamaha Kenalkan Aksesori Resmi untuk Gear 125

Anggota patwal tersebut meminta truk yang sedang berada di lajur tiga untuk menepi. Namun, tiba-tiba truk yang dikemudikan justru oleng ke kanan.

“Tiba-tiba (truk) pindah ke lajur empat. Harusnya kan supaya minta jalan ke kiri, bukan ke kanan. Diduga karena konsen terpecah tiba-tiba truk banting kanan dan anggota terpepet,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono, Kamis (28/10/2021).

Berdasarkan keterangan kernet truk, sopir hilang kendali karena mengemudi sambil mneggunakan ponsel.

“Kita sedang dalami. Jadi kalau dari investigasi awal memang disampaikan dia sedang menelepon istrinya,” ujar Argo.

Ilustrasi Kecelakaan Karena Bermain Ponsel Saat Berkendaragoogle Ilustrasi Kecelakaan Karena Bermain Ponsel Saat Berkendara

Belajar dari kejadian ini, setiap pengemudi sebaiknya memahami bahwa potensi kecelakaan dari pengendara yang bermain handphone (HP) sangat besar. Bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga orang lain.

Pengendara yang menggunakan telepon genggam memiliki ancaman kecelakaan lebih besar daripada pengendara mabuk. Karena pengendara tidak lagi memperhatikan jalan dan pengguna jalan disekitarnya,” ucap Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.