3 Adab Sebelum Menyalip, Perlu, Boleh dan Tunda

Kompas.com - 25/10/2021, 17:01 WIB
Tangkapan layar video bus Mayasari Bakti melakukan manuver menyalip berbahaya di Exit Tol Halim, Jakarta, Senin (11/10/2021) Akun Instagram @dashcam_owners_indonesiaTangkapan layar video bus Mayasari Bakti melakukan manuver menyalip berbahaya di Exit Tol Halim, Jakarta, Senin (11/10/2021)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyalip merupakan tindalan berisiko dalam berkendara. Bahkan disebut oleh pakar safety driving sebagai tindakan yang rentan terjadinya kecelakaan.

Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan, rambu atau peringatan larangan menyalip merupakan salah satu rambu yang paling banyak di jalan.

Baca juga: Pesaing Kawasaki W250 Meluncur, Kental Nuansa Retro

Tangkapan layar video pengendara sepeda motor jatuh akibat menyalip dari sisi kiriAkun Facebook Mardini Almuslim Tangkapan layar video pengendara sepeda motor jatuh akibat menyalip dari sisi kiri

"Kalau tidak salah ada 14-16 rambu larangan hanya untuk menyalip. Dibandingkan dengan aturan-aturan yang lain. Betul kata pakar bahwa menyalip itu rentan dengan kecelakaan," kata Jusri kepada Kompas.com, Jumat pekan lalu.

Jusri mengatakan, ada adab dalam menyalip atau mendahului kendaraan lain. Hal ini berlaku untuk semua jenis kendaraan darat baik mobil, sepeda motor dan truk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 350 Orang Marshal Siap Kawal Balapan di Sirkuit Mandalika

Tangkapan layar video yang menampilkan mobil Toyota Yaris menabrak pengendara sepeda motor ketika sedang menyalip di tikungan.INSTAGRAM/@VIRALTERKINI99 Tangkapan layar video yang menampilkan mobil Toyota Yaris menabrak pengendara sepeda motor ketika sedang menyalip di tikungan.

"Kalau tidak perlu jangan lakukan. Seandainya tidak dibenarkan tunda, tidak dibenarkan itu artinya di garis solid, di tikungan, tanjakan dan sebagainya," kata Jusri.

"Kalau memang perlu dan dibenarkan atau dibolehkan menyalip, maka biasakan tunda dulu kalau tidak aman. Itu bukan tips, tapi dasarnya. Kalau tips kita bicara hal berbeda," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.