Atur Headrest dengan Benar Agar Kepala dan Leher Tidak Mudah Cedera

Kompas.com - 15/10/2021, 18:12 WIB
Ilustrasi setelan sandaran kepala. consumerreports.orgIlustrasi setelan sandaran kepala.

JAKARTA, KOMPAS.com Headrest alias sandaran kepala pada jok mobil berguna sebagai penopang leher dan kepala pengemudi dan penumpang dalam mobil. Sayangnya, masih banyak orang yang salah kaprah mengenai fungsi utama komponen ini.

Pada dasarnya headrest bukanlah sandaran yang menunjang kenyamanan pengemudi dan penumpang, tapi alat keselamatan yang melindungi tulang leher ketika kendaraan mengalami benturan.

Marcell Kurniawan, Director Training The Real Driving Center (RDC) membenarkan mengenai hal tersebut, bahwa fungsi utama headrest sebagai pelindung tulang leher untuk pengemudi maupun penumpang.

Baca juga: Ini Sepupu Nmax, Yamaha Force 155 Meluncur

Headrest terpisah New MobilioOtomania/Setyo Adi Headrest terpisah New Mobilio

"Headrest bukan untuk resting. Namun sebagai alat keselamatan untuk mencegah efek whiplash pada leher saat kita ditabrak dari belakang," kata Marcell kepada Kompas.com, Jumat (15/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maka dari itu, headrest harus diatur ketinggiannya agar bisa sempurna melindungi tulang leher penggunanya. Marcell merekomendasikan agar titik tengah headrest sejajar dengan ujung atas telinga. 

Sehingga apabila mobil ditabrak dari belakang, headrest dapat sempurna menahan kepala penggunanya dan meminimalisasi cedera pada leher.

Jika pengemudi mengeluhkan leher yang lelah, solusinya bukan pada headrest, tapi pengemudi wajib beristirahat. Marcell menyarankan untuk beristirahat setidaknya tiap 2 jam sekali dan melakukan gerakan ringan untuk melancarkan peredaran darah.

Baca juga: Jegal Avanza-Xenia dan Xpander Facelift, Suzuki Bakal Hadirkan Ertiga Varian Baru

Bantal Leher pada Headrest

Ilustrasi neck pillow atau bantal leher pada headrest.Istimewa Ilustrasi neck pillow atau bantal leher pada headrest.

Kerap ditemukan pemilik mobil memasang neck pillow atau bantal leher pada headrest di jok mobilnya. Tujuannya agar kepala dan leher pengemudi lebih nyaman bersandar pada headrest.

Marcell pun menyarankan agar pemilik mobil lebih selektif dalam memilih bantal leher. Kesalahan pemilihan bantal leher juga dapat berujung pada cedera tulang leher.

"Kalau (bantal leher pada headrest) keras lebih baik tidak digunakan, karena malah dapat memperparah efek whiplash (saat terjadi benturan dari belakang mobil)," ujarnya menjelaskan.

Ia menekankan bahwa harus ada koreksi persepsi pada masyarakat mengenai headrest. Masyarakat perlu memahami bahwa kegunaan utama dari komponen ini ada pada segi keselamatan, bukan sekadar penunjang kenyamanan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.