Sirkuit Mandalika Pakai Aspal Bagus, Diklaim Hemat Perawatan

Kompas.com - 14/10/2021, 12:12 WIB
Lokasi pembangunan rumah khusus (rusus) warga terdampak Pertamina Mandalika International Street Circuit. Dok. BALAI P2P NUSA TENGGARA I/ BAGIAN HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK DITJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPRLokasi pembangunan rumah khusus (rusus) warga terdampak Pertamina Mandalika International Street Circuit.

MANDALIKA, KOMPAS.com – Sirkuit jalanan Mandalika di Nusa Tenggara Barat bisa dibilang sudah hampir rampung. Untuk bagian trek, sudah 97 persen selesai, tinggal menunggu pengecatan saja.

Kompas.com dapat kesempatan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan Sirkuit Mandalika. Jika dilihat, bagian aspal trek memang sudah rampung, mulai dari start sampai finish.

Selain itu, aspal yang digunakan juga bukan sembarangan, tetapi pakai tingkat yang mewah. Aspal yang digunakan, dikenal dengan sebutan SMA atau Stone Mastic Asphalt.

Baca juga: Ini Hitungan Jarak Tiap Rest Area di Tol Antarkota

Dyan Dilato di Sirkuit MandalikaKOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Dyan Dilato di Sirkuit Mandalika

Dyan Dilato, Head of Operation – Sporting Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menjelaskan kalau aspal ini termasuk mewah. Bahkan di bawahnya, terdiri dari empat kontur yang berbeda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Partikel dari SMA ini tidak terlalu rapat maupun jarang, jadi sirkuit yang terbaru diharapkan memakai aspal ini. Dengan memakai SMA, lebih dari lima tahun, tidak perlu dilakukan resurface atau pelapisan ulang,” ucap Dyan di Mandalika, Rabu (14/10/2021).

Jika dilihat secara detail, permukaan aspal sangat rata, kerekatan antar partikel pun tidak berdempetan, sehingga tidak ada yang menumpuk. Dyan menjelaskan teknologi terbaru aspal ini digunakan demi menghemat perawatan.

Baca juga: Hyundai Mengentak di GIIAS, Unggul dari Toyota dan Honda

“Kita memikirkan, dengan SMA, kita bisa membuat biaya perawatan lebih rendah dan tidak perlu resurface lima tahun ke depan,” kata Dyan.

Kalau membandingkan dengan sirkuit lain yang resurface aspal, terdapat beberapa kekurangan. Dyan menjelaskan, seperti di Brno setelah di resurface, tidak lebih baik. Begitu juga di Turki, yang saat menggelar F1 saat hujan, bagaikan mengemudi di atas es.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.