Pakai Autopilot, Jangan Pasrahkan Kendali Mobil pada Sistem

Kompas.com - 10/10/2021, 15:21 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa innovasi terus dikembangkan oleh produsen mobil untuk memanjakan konsumen setia mereka. Dengan menambah kualitas kenyamanan, keamanan, serta teknologi baru yang digunakan untuk memuddahkan pengemudi.

Salah satu teknologi yang dibuat untuk memudahkan pengemudi yakni sistem teknologi kemudi otomatis autopilot atau juga disebut dengan autonomous.

Baca juga: Sambut WSBK Mandalika, Kemenhub Gelar Simulasi Rekayasa Lalu Lintas

Sistem teknologi terbaru ini sudah mulai banyak digunakan oleh berbagai produsen mobil termasuk merek mobil yang masuk di Indonesia.

Dengan fitur ini, pengemudi tidak perlu repot lagi untuk menyetir. Cukup mengaktifkan sistem ini maka kendaraan otomatis akan berjalan sesuai arah komputerisasi.

Namun, penggunaan teknologi yang memudahkan ini juga harus dilakukan dengan penuh pertimbangan yang juga memperhatikan keamanan dan keselamatan mengemudi.

Tangkapan layar dari video autopilot Tesla yang menyerah menghadapi macet di Vietnam.TWITTER @TuhmSG Tangkapan layar dari video autopilot Tesla yang menyerah menghadapi macet di Vietnam.

Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, dengan adanya teknologi autonomous bukan berarti pengemudi mengabaikan keamanan berkendara dan menyerahkan semuanya ke sistem autopilot kendaraan.

"Sistem itu (autonomous) sebenarnya pengembangan dari sistem keamanan tambahan yang memang sudah ada di kendaraan sebelumnya. Walaupun sudah ada sistem autonomous tetap harus ada sistem kontrol dari pengemudinya," ucap Marcell kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Sudah Terdaftar di Samsat DKI, Honda HR-V Baru Siap Meluncur?

Marcell menambahkan, seperti yang dituliskan Tesla dalam buku manual mengenai sistem terbaru ini juga sudah dijelaskan bahwa pengemudi tetap harus waspada dalam penggunaannya.

Disarankan untuk tangan tidak terlalu jauh dari kemudi kendaraan menurut standar keselamatan penggunaannya.

Jadi kalau ada kesalahan sistem dimana kondisi jalanan tidak memungkinkan untuk melakukan autopilot dapat dengan segera untuk mengambil alih kendali kendaraan. Dengan demikian terjadinya kecelakaan akan dapat diminimalisir.

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.iStock/Kwangmoozaa Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.

"Tidak disarankan untuk menggunakan autonomous ini dalam kondisi tertidur atau bahkan meninggalkan tempat kemudi, karena yang namanya sistem juga ada kemungkinan error-nya," kata Marcell.

Baca juga: Mazda Indonesia Kini Hanya Jual CX-8 Varian Elite

Meskipun sudah ada teknologi yang memudahkan pengemudi, bukan berarti pengemudi menyerahkan seluruhnya kemapda sistem autopilot.

Fitur yang diberikan oleh pabrikan kendaraan harus digunakan dengan bijak serta memperhatikan keselamatan berkendara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.