Salin Artikel

Pakai Autopilot, Jangan Pasrahkan Kendali Mobil pada Sistem

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa innovasi terus dikembangkan oleh produsen mobil untuk memanjakan konsumen setia mereka. Dengan menambah kualitas kenyamanan, keamanan, serta teknologi baru yang digunakan untuk memuddahkan pengemudi.

Salah satu teknologi yang dibuat untuk memudahkan pengemudi yakni sistem teknologi kemudi otomatis autopilot atau juga disebut dengan autonomous.

Sistem teknologi terbaru ini sudah mulai banyak digunakan oleh berbagai produsen mobil termasuk merek mobil yang masuk di Indonesia.

Dengan fitur ini, pengemudi tidak perlu repot lagi untuk menyetir. Cukup mengaktifkan sistem ini maka kendaraan otomatis akan berjalan sesuai arah komputerisasi.

Namun, penggunaan teknologi yang memudahkan ini juga harus dilakukan dengan penuh pertimbangan yang juga memperhatikan keamanan dan keselamatan mengemudi.

Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, dengan adanya teknologi autonomous bukan berarti pengemudi mengabaikan keamanan berkendara dan menyerahkan semuanya ke sistem autopilot kendaraan.

"Sistem itu (autonomous) sebenarnya pengembangan dari sistem keamanan tambahan yang memang sudah ada di kendaraan sebelumnya. Walaupun sudah ada sistem autonomous tetap harus ada sistem kontrol dari pengemudinya," ucap Marcell kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Marcell menambahkan, seperti yang dituliskan Tesla dalam buku manual mengenai sistem terbaru ini juga sudah dijelaskan bahwa pengemudi tetap harus waspada dalam penggunaannya.

Disarankan untuk tangan tidak terlalu jauh dari kemudi kendaraan menurut standar keselamatan penggunaannya.

Jadi kalau ada kesalahan sistem dimana kondisi jalanan tidak memungkinkan untuk melakukan autopilot dapat dengan segera untuk mengambil alih kendali kendaraan. Dengan demikian terjadinya kecelakaan akan dapat diminimalisir.

"Tidak disarankan untuk menggunakan autonomous ini dalam kondisi tertidur atau bahkan meninggalkan tempat kemudi, karena yang namanya sistem juga ada kemungkinan error-nya," kata Marcell.

Meskipun sudah ada teknologi yang memudahkan pengemudi, bukan berarti pengemudi menyerahkan seluruhnya kemapda sistem autopilot.

Fitur yang diberikan oleh pabrikan kendaraan harus digunakan dengan bijak serta memperhatikan keselamatan berkendara.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/10/10/152100615/pakai-autopilot-jangan-pasrahkan-kendali-mobil-pada-sistem

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.