Basah Kena Hujan, Jangan Asal Mengeringkan Helm

Kompas.com - 30/09/2021, 10:22 WIB
Ilustrasi berkendara saat hujan motorcyclenews.comIlustrasi berkendara saat hujan


JAKARTA, KOMPAS.com - Pengendara motor yang sering berkendara saat hujan, tentu akan membuat tingkat kenyamanan menggunakan helm berkurang. Sebab, tak jarang bagian interior atau busa bagian helm juga ikut basah.

Ketika sudah dalam kondisi ini, penting bagi pemilik untuk segera mengeringkan helm. Jangan membiarkan kering dengan sendirinya, sebab bisa membuat piranti keselamatan berkendara itu cepar habis masa pakainya.

Research & Development PT Tarakusuma Indah selaku produsen helm KYT Tugimin mengatakan, ada baiknya sebelum mencuci, busa dicuci terlebih dahulu.

“Rendam dulu dengan air panas, kira-kira 70 sampai 80 derajar Celcius. Gunakan sabun yang tidak mengandung deterjen, seperti sabun cair untuk kain batik lebih aman. Kucek perlahan, dan bilas dengan air mengalir,” ujar Tugimin saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pentingnya GPS Tracker buat Perusahaan Transportasi

Jika helm sudah kering, lakukan pencucian kembali untuk mendapatkan hasil optimal. Hal ini berguna supaya helm tidak bau dan membersihkan jamur secara merata.

Busa helm juga bisa kadaluarsa.Kompas.com/Setyo Adi Busa helm juga bisa kadaluarsa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, salah satu pegiat Komunitas Belajar Helm Ahmad M menambahkan, mengeringkan helm yang basah setelah terkena hujan, tidak perlu jemur di bawah panas matahari.

Mengeringkan helm cukup pakai kipas angin saja. Dalam waktu tiga jam juga kering kalau pakai kipas angin terus menerus. Kalau di jemur efeknya membuat Expanded Polystyrene/Styrofoam (EPS) cepat getas,” ucap Ahmad.

Baca juga: Evalube Buka Toko Daring untuk Mempermudah Konsumen

EPS merupakan bagian busa peredam yang menempel di batok helm. Jika getas, kemampuan meredam hantaman bisa berkurang, sehingga kemanan dari helm tidak maksimal. Namun, jika ingin cepat kering cukup bagian busanya saja yang dijemur.

“Bagian busa yang bisa dicopot di helm, boleh dilepas agar lebih ceapat kering. Tetapi untuk batok helmnya, cukup diangin-anginkan saja,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.