Benarkah Mengganti Ban Baru pada Mobil Minimal Harus Sepasang?

Kompas.com - 17/06/2021, 09:12 WIB
Ilustrasi pemeriksaan ban mobil. ShutterstockIlustrasi pemeriksaan ban mobil.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ban merupakan salah satu komponen penting dari mobil yang menopang beban dari mobil dan berpengaruh terhadap handling mobil. Kondisi ban yang bagus juga merupakan salah satu antisipasi kecelakaan saat berkendara.

Seiring berjalannya waktu, ban lama-kelamaan akan aus karena sering bergesekan dengan permukaan aspal. Kondisi ban yang aus dan melewati batas Tread Wear Indication (TWI) sebaiknya diganti dengan yang baru.

Baca juga: Momen Chef Juna Ditampar Saat Pelantikan Klub Motor, Banyak yang Salah Kaprah

Banyak yang beranggapan bahwa pada saat membeli dan mengganti ban mobil dalam kondisi baru, sebaiknya beli minimal satu pasang. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga handling kendaraan agar tetap bagus.

Ilustrasi ban mobilDok. Shutterstock Ilustrasi ban mobil

Zulpata Zainal, On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk mengatakan, pembelian ban baru tidak harus minimal satu pasang, semuanya tergantung dari kondisi ban. Namun jika kondisi ban banyak yang sudah tidak layak, lebih baik menggantinya minimal sepasang agar seimbang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ancaman Pabrikan Otomotif Imbas Perpanjangan Insentif PPnBM

"Nggak masalah kalau mau beli ban satu juga, kalau memang perlunya satu. Yang tiga lagi kondisinya masih bagus misalnya," kata Zulpata kepada Kompas.com, Rabu (16/6/2021).

Zulpata juga menjelaskan, kalau memang belum ada dana yang cukup untuk membeli ban dan juga kondisi ban yang perlu diganti cuma satu, beli satu ban juga tidak masalah. Asalkan pemasangan ban baru tetap di bagian belakang.

Ban mobil GetasKompas.com/Fathan Radityasani Ban mobil Getas

"Tetapi kalau yang tiga sudah tipis, ya kenapa juga tidak ganti minimal dua sekaligus yang baru, dan pemasangannya tetap yang baru ditaruh di belakang," ucap Zulpata.

Pemakaian ban baru di bagian belakang bukan tanpa alasan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah oversteer ketika mengemudi.

Peran ban belakang sangat besar untuk berkendara, jadi ketika ingin mengganti ban, lebih baik ban belakang yang diganti pertama. Untuk penggerak roda depan maupun belakang tetap sama.

Baca juga: Cara Aman Melewati Turunan Pakai Skutik

“Peranan ban belakang sangat besar sekali, lebih susah dikendalikan ketika oversteer. Kalau ban depan kan masih bisa dikontrol lewat setir. Tanpa melihat penggeraknya, tetap sama ban yang diganti yaitu ban belakang,” ujar Zulpata.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X