Mayoritas Pemudik Pakai Mobil Pribadi Menuju Jawa Tengah

Kompas.com - 05/05/2021, 15:01 WIB
Sejumlah kendaraan melaju di  tol Jakarta - Cikampek menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat kenaikan volume arus kendaraan keluar dari Jakarta melalui Pintu Tol Cikampek Utama sebanyak 7.044 kendaraan atau 27 persen jelang pemberlakuan kebijakan larangan mudik mulai Jumat 24 April pukul 00.01 WIB. ANTARA FOTO/MUHAMAD IBNU CHAZARSejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta - Cikampek menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat kenaikan volume arus kendaraan keluar dari Jakarta melalui Pintu Tol Cikampek Utama sebanyak 7.044 kendaraan atau 27 persen jelang pemberlakuan kebijakan larangan mudik mulai Jumat 24 April pukul 00.01 WIB.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah akan memulai aturan peniadaan mudik Idul Firi 1442 H atau Lebaran 2021 mulai Kamis, 6 Mei 2021. Sejumlah titik bakal dilakukan penyekatan untuk menghalau para pemudik.

Walaupun sudah sejak jauh hari digaungkan, rupanya masih banyak warga yang berniat melakukan mudik. Hal ini diketahui dari survei Kementerian Perhubungan yang dilakukan belum lama ini.

Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan RI, mengatakan, survei ini dilakukan secara sistematis, mulai dari pertanyaan apabila tidak ada larangan mudik berapa banyak yang akan pulang kampung.

Baca juga: Kredit Daihatsu Rocky, Tenor 5 Tahun Cicilan Rp 2 Jutaan

Petugas memeriksa kendaraan roda empat di Jalan tol Jakarta - Cikampek Km 47, Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/5/2020). Penyekatan akses transportasi di tol Jakarta - Cikampek tersebut sebagai tindak lanjut kebijakan larangan mudik dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc.ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar Petugas memeriksa kendaraan roda empat di Jalan tol Jakarta - Cikampek Km 47, Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/5/2020). Penyekatan akses transportasi di tol Jakarta - Cikampek tersebut sebagai tindak lanjut kebijakan larangan mudik dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc.

Rupanya, dari pertanyaan awalan tersebut, sebanyak 33 persen responden menyatakan ingin mudik.

“Setelah kita nyatakan kalau dilarang (mudik), 11 persen tetap akan pulang. Setelah dilakukan pelarangan (mudik), turun menjadi 7 persen, itu pun cukup banyak 18 juta," ujar Budi, dalam tayangan langsung yang disiarkan Youtube FMB9ID_ IKP, Rabu (5/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain survei, menurut Budi, Kementerian Perhubungan dan Satgas Covid-19 juga berupaya melakukan sosialisasi perihal peniadaan mudik.

Baca juga: Bertemu Langsung dengan N7X, Calon SUV Baru dari Honda

Petugas melakukan penyekatan di pos Rindu Alam, Kabupaten Bogor, Senin (1/6/2020). Penyekatan di lokasi yang berbatasan dengan wilayah Cianjur ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui aktivitas mudik masyarakat.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Petugas melakukan penyekatan di pos Rindu Alam, Kabupaten Bogor, Senin (1/6/2020). Penyekatan di lokasi yang berbatasan dengan wilayah Cianjur ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui aktivitas mudik masyarakat.

“Agar 7 persen ini turun menjadi jumlah yang lebih sedikit sehingga kita bisa me-manage dan polisi bisa melakukan penyekatan dengan berwibawa tetapi kita harapkan dengan humanis," ucap Budi.

Sementara itu, berdasarkan survei tersebut mayoritas pemudik atau sekitar 30 persen ingin menuju wilayah Jawa Tengah.

“Jawa Barat lebih dari 20 persen, setelah itu Jawa Timur, Banten dan sekitarnya, diikuti Lampung, Sumatera Selatan dan sebagainya," kata Budi.

"Mereka rata-rata menggunakan moda angkutan mobil paling banyak, setelah itu motor. Berarti para gubernur harus melakukan suatu koordinasi dengan baik," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X