Komparasi Dua Sasis Bus Hino dengan Suspensi Udara, R260 AS dan RN285

Kompas.com - 13/04/2021, 16:01 WIB
Hino R 260 AS DOK. PT HMSIHino R 260 AS

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) beberapa waktu lalu merilis satu sasis bus besar baru, yaitu Hino R260 Air Suspension (AS). Sasis ini menambah pilihan sasis bus Hino dengan suspensi udara setelah Hino RN285.

Dengan begitu, pengusaha bus jadi memiliki lebih banyak pilihan sasis yang ingin digunakan pada armadanya.

Secara kelas, dua sasis ini memiliki Gross Vehicle Weight (GVW) 16 ton, sehingga bisa dikatakan saling bersaing.

Lalu apa saja perbedaan dari kedua sasis bus Hino dengan suspensi udara ini?

Baca juga: Masalah Lain Truk ODOL Indonesia, Ditolak Masuk Negara Tetangga

Produk baru Hino Bus RN 285 Automatic Transmission.Istimewa Produk baru Hino Bus RN 285 Automatic Transmission.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perbedaan paling terlihat ada pada jumlah tenaga yang dihasilkan. Kedua sasis ini memang memiliki basis mesin yang sama, yaitu J08E, untuk R260 AS memakai J08E-UF dan RN285 memakai J08E-VT.

Keduanya sudah dilengkapi dengan turbo dan intercooler. Hal yang menjadi pembeda adalah RN285 sudah menggunakan model mesin commonrail, sehingga menghasilkan tenaga 285 PS atau setara 281,1 TK dan torsi 892 Nm.

Sedangkan R260 AS masih memakai diesel konvensional yang menghasilkan tenaga 260 PS atau 256,4 TK dan torsi 745,3 Nm. Jika dibandingkan, RN285 memiliki tenaga dan torsi yang lebih besar daripada R260 AS.

Baca juga: Satu Tahun Mengaspal, Ini Plus Minus Luar Dalam Suzuki XL7

Namun, Hino R260 AS juga memiliki keunggulan, yakni tipe suspensi udaranya yang tipe wide. Suspensi udara tipe wide memiliki posisi balon udara di sebelah sasis, sehingga bisa dipasangkan dengan bodi yang super tinggi, walau Hino sebenarnya tidak menyarankannya.

Sedangkan untuk Hino RN285, menggunakan tipe suspensi udara narrow, posisi balon udaranya tepat di bawah sasis. Model sasis dengan suspensi udara narrow tidak cocok dipasang dengan bodi super tinggi, karena efek roll akan lebih besar lagi.

Hino R 260 ASDOK. PT HMSI Hino R 260 AS

Namun RN285 juga memiliki keunggulan dari sistem rem pembantu. Selain exhaust brake, Hino juga menjual RN285 dengan opsi retarder, sehingga rem pembantunya ada dua. Sedangkan untuk R260 AS hanya mengandalkan exhaust brake sebagai rem pembantunya.

Untuk harga, memang Hino R260 AS bisa dibilang lebih ekonomis, dijual seharga Rp 951 juta off the road.

Sedangkan RN285 M/T dijual Rp 914 juta, varian dengan retarder Rp 982 juta dan transmisi otomatis Rp 1,115 miliar off the road.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.