Jangan Pakai Handsfree Saat Mengemudi, Tetap Berbahaya

Kompas.com - 07/04/2021, 19:01 WIB
Ilustrasi menyetir sambil gunakan ponsel. SHUTTERSTOCKIlustrasi menyetir sambil gunakan ponsel.

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini tidak sedikit pengemudi mobil yang menggunakan handsfree saat berkendara, sebab perangkat tersebut memungkinkan pengendara untuk tetap dapat berkomunikasi sambil menyetir.

Hal ini juga biasa dilakukan untuk menghindari larangan perintah menggunakan ponsel saat menyetir kendaraan.

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Utah, Amerika Serikat, menemukan bahwa berkendara sambil menggunakan ponsel dengan sistem handsfree sama berbahayanya dengan mengoperasikan ponsel dengan tangan.

Ketika perhatian pengendara beralih dari jalan ke teknologi handsfree yang mereka gunakan, maka kecelakaan semakin mungkin terjadi.

Baca juga: Transportasi Darat di Sumatera Butuh Penegakan Hukum

"Menggunakan handsfree tak lantas menghilangkan risiko kecelakaan. Kami mengetahui bahwa alat tersebut bisa mengganggu mental dan mengalihkan perhatian pengendara secara mental sehingga mereka juga bisa kehilangan fokus pada jalanan di depannya," ujar Peter Kissinger, CEO American Automobile Association (AAA) Foundation for Traffic Safety, dilansir dari Autoblog, Rabu (7/4/2021).

Kissinger menambahkan bahwa otak tak diciptakan untuk melakukan multi-tasking atau melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu. Secara virtual tak mungkin otak melakukan dua hal dalam waktu bersamaan.

Ilustrasi Kecelakaan Karena Bermain Ponsel Saat Berkendaragoogle Ilustrasi Kecelakaan Karena Bermain Ponsel Saat Berkendara

Melakukan multi-tasking ketika berkendara menyebabkan seseorang kehilangan fokus pada apa yang terjadi di sekitarnya. Terbukti banyak pengemudi yang melewatkan rambu berhenti dan tidak melihat pejalan kaki yang melintas.

"Anda bisa saja melihat sesuatu, namun tak benar-benar melihatnya. Kami sudah sering melihat situasi ini di dunia nyata. Ketika seseorang terlalu terpaku pada telepon genggam mereka, bisa saja mereka menyeberang ketika lampu merah dan benar-benar lupa mereka telah melihat lampu merah menyala," ucap Kissinger.

Peneliti menguji beberapa pengendara mobil dengan berbagai macam gangguan seperti radio, berbicara dengan penumpang, menggunakan telepon genggam, dan menggunakan alat dengan teknologi hands-free.

Baca juga: Kurangi Risiko Kecelakaan Fatal Para Pengendara Motor dengan Cara Ini

Hasilnya, mendengarkan radio memberikan gangguan dalam skala rendah, yaitu tingkat satu. Sementara menggunakan teknologi hands-free memberikan gangguan tinggi, yaitu tingkat tiga.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tanpa menyentuh ponsel, mengguakan teknologi atau elektronil lain masih bisa mengganggu konsentrasi saat berkendara.

Oleh sebab itu, ketika menyetir sebaiknya pengemudi berkomitmen untuk tidak menggunakan peralatan apapun yang dapat mengganggu konsentrasi mereka. Karena gangguan saat menyetir bisa memberikan konsekuensi yang fatal, seperti kecelakaan atau bahkan kematian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X