Kurangi Risiko Kecelakaan Fatal Para Pengendara Motor dengan Cara Ini

Kompas.com - 07/04/2021, 11:42 WIB
Ilustrasi kecelakaan sepeda motor https://www.lifehacker.com.au/Ilustrasi kecelakaan sepeda motor

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu risiko ketika mengendarai sepeda motor adalah terlibat kecelakaan. Pasalnya melihat jumlah kendaraan dan hasil berbagai penelitian, memang sepeda motor lebih dominan terlibat kecelakaan di jalan raya.

Bahkan pada situasi tertentu, kecelakaan bisa sangat fatal.

Misalnya, terpental dan meluncur terlepas dari motor. Lantas, bisakah meminimalisir risiko ketika berada dalam situasi tersebut?

Menjawab hal ini, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menyampaikan, sebelum berkendara maka perlu dipastikan bahwa kondisi fisik dan psikologis sudah dalam keadaan siap. Sebab, ini akan berpengaruh pada konsentrasi selama berkendara.

Perlu dipahami, selama berkendara maka konsentrasi harus dijaga. Sehingga ketika terjadi kecelakaan pun, pikiran tetap dalam keadaan sadar dan bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan.

Baca juga: Plus Minus Tekanan Udara Kurang dan Berlebih pada Ban Truk

Menurut Jusri, teknik jatuh dari motor akan mubazir jika orang yang berkendara tidak sadar, maka dari itu harus selalu fokus.

“Kebanyakan orang yang tidak fokus adalah orang-orang yang bergerak di jalan raya. Berbeda dengan pebalap. Meskipun terjatuh pada kecepatan berapa pun, mereka tetap bisa bangun,” kata Jusri belum lama ini kepada Kompas.com.

Valentino Rossi mengalami crash pada MotoGP Perancis yang digelar di Sirkuit Le Mans, Minggu (11/10/2020). Kaki Rossi nyaris terlindas motor Joan Mir ketika ia terjatuh.Tangkapan layar YouTube MotoGP Valentino Rossi mengalami crash pada MotoGP Perancis yang digelar di Sirkuit Le Mans, Minggu (11/10/2020). Kaki Rossi nyaris terlindas motor Joan Mir ketika ia terjatuh.

Jusri menambahkan, ketika terjadi kecelakaan tidak selalu harus melepaskan diri dari motor. Dalam situasi tertentu, terjatuh sambil memegangi motor bisa mengurangi risiko yang lebih fatal. Namun, cara ini harus dilakukan dengan penuh perhitungan.

Ketika motor terjatuh dan meluncur lurus di aspal (tidak terguling atau berputar-putar) akan terjadi perlambatan signifikan karena bobot kendaraan tertahan oleh aspal.

Situasi yang berbeda akan terjadi jika hanya pengendara yang terpental dan meluncur di aspal. Pengendara yang terjatuh bisa saja meluncur jauh karena bobot tubuhnya ringan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X