Kompas.com - 24/03/2021, 19:01 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Knalpot aftermarket atau racing banyak ragamnya. Mulai dari merek lokal sampai impor, dari harga murah sampai mahal.

Sering ditemui khususnya untuk yang berbahan stainless menguning karena paparan panas. Hal ini tentu membuat tampilannya jadi kurang menarik.

Indra Wijaya Manager Marketing PT Weerex Jaya Sukses, produsen knalpot lokal merek WRX Exhaust, mengatakan, knalpot menguning adalah hal wajar.

Baca juga: Serba-serbi Knalpot Racing, Ini Beda Knalpot Slip On dan Full System

Knalpot racing Yoshimura tipe Hepta Force TSS untuk Kawasaki Ninja ZX-25RKMI Knalpot racing Yoshimura tipe Hepta Force TSS untuk Kawasaki Ninja ZX-25R

"Kalau knalpot berubah warna apalagi di badan pipa itu wajar. Karena efek dari panas mesin," kata Indra kepada Kompas.com, belum lama ini.

Untuk menghilangkan noda tersebut kata Indra itu bisa dengan cara dipoles, memakai bahan-bahan yang saat ini cukup banyak dijual di pasar.

"Untuk menghilangkan noda itu dipoles. Kalau seandainya tidak ada alat bisa manual pakai tangan," katanya.

Tapi hal itu hanya sementara, karena pasti akan menguning lagi ketika dipakai. Sesuai sifat dasar metal jika bertemu dengan panas.

Baca juga: Resmi, Toyota Pastikan Kuota GR Yaris di Indonesia Hanya 126 Unit

Bagian leher knalpot racing 2-takSetyo Adi/Otomania Bagian leher knalpot racing 2-tak

Baca juga: 32 Tahun di Museum, Honda Africa Twin 1989 Ini Dilelang

"Bisa pakai otosol atau pakai lainnya. Cuma nanti setelah dipasang akan kembali seperti itu (menguning). Sama seperti wajan, kalau kita pakai goreng pasti berubah," kata Indra.

Karena itu kata Indra, yang paling penting ialah bahan dasarnya. Jangan langsung tergiur beli knalpot karena harga murah.

Indra menerangkan, stainless steel juga punya beberapa kelas. Dari yang paling murah, kelas menengah yaitu tipe 201 dan tipe yang bagus yaitu tipe 304.

"Paling murah kalau dipakai di mesin motor suka hitam. Kalau stainless 201 juga warnanya hitam. Stainless yang cocok di motor saat ini yang kami pakai 304," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.