Perhatikan Ini Saat Ingin Pasang Pelek Mobil Aftermarket

Kompas.com - 16/03/2021, 12:01 WIB
macam-macam pelek mobil KOMPAS.com/Aprida Mega Nandamacam-macam pelek mobil

SOLO, KOMPAS.com - Melakukan modifikasi pada mobil banyak bentuknya. Salah satunya, yakni mengganti pelek dengan produk aftermarket agar terlihat lebih menarik dan beda dengan yang lain.

Produk aftermarket merupakan komponen yang dijual di pasaran dengan membawa merk sendiri, bukan merupakan asli bawaan produsen kendaraan (OEM).

Meski bukanlah produk asli bawaan, kualitas produknya tidak kalah saing karena banyak suku cadang aftermarket dibuat oleh produsen terkenal dari dalam dan luar negeri.

Contoh seperti pelek aftermarket merek Vossen, HRE, BBS, HSR, dan masih banyak lagi yang lainnya. Namun, amankah memodifikasi pelek menggunakan produk aftermarket?

Baca juga: Agar Tidak Kena Tipu, Begini Cara Membedakan Pelek Asli dan Palsu

Giyarto selaku mekanik di toko Ratman Velg menjelaskan, bahwa pelek aftermarket kualitasnya bisa menyaingi pelek asli OEM.

Pelek rusakotomotif.kompas.com Pelek rusak

"Yang (merk) Vossen itu bagus kualitas bahannya. Mayoritas pembeli yang ke sini juga mencari Vossen dibanding merk lainnya," kata Giyarto saat ditemui Kompas.com, Selasa (16/3/2021).

"Kalau bisa jangan beli pelek bekas yang ada las-lasannya terutama pada bagian palang-palang. Itu tidak awet, bahaya patah jika dipakai perjalanan jauh hingga luar kota," katanya.

Ketika mengganti pelek dengan ukuran yang berbeda dari bawaan standar pabrikan, Giyarto menyarankan menambah atau mengurangi ukuran pelek maksimal 2 tingkat. Hal itu dilakukan agar profil ban tidak berubah banyak sehingga tetap aman dan nyaman dikemudikan.

Senada dengan Giyarto, Hendro selaku pemilik toko Hendro Velg dan Ban menjelaskan bahwa ada batasan untuk menambah atau mengurangi ukuran pelek agar tidak mengorbankan kenyamanan berkendara.

Baca juga: Ingat, Ada Bahaya Mengintai Tiap Berhenti di Bahu Jalan Tol

Ilustrasi Pelek Ban MobilKOMPAS.com/Ruly Ilustrasi Pelek Ban Mobil

"Tiap mobil ada batasannya masing-masing. Misal Jazz RS, disarankan menaikkan ukuran hanya satu tingkat. Kalau menambah hingga dua tingkat atau lebih nanti ketebalan ban akan berkurang dan ban jadi tidak awet," kata Hendro saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

"Tujuan utama mengganti pelek itu apa dulu? Kalau untuk sekadar gaya dan tidak dikendarai luar kota tidak masalah dinaikkan (ukuran pelek) sampai dua tingkat. Tapi yang jelas kenyamanan pasti berkurang," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X